- Pemerintah Kabupaten Agam berhasil merealisasikan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp57,24 miliar hingga tanggal 8 April 2026.
- Capaian realisasi pendapatan tersebut mencatat surplus sebesar 6,12 persen melampaui target yang ditetapkan pada triwulan pertama.
- Pemerintah daerah mengoptimalkan pendapatan melalui pemutakhiran data wajib pajak, digitalisasi pembayaran, serta pengawasan ketat terhadap reklame.
SuaraSumbar.id - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menunjukkan kinerja positif pada tahun 2026. Hingga 8 April 2026, total PAD yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp57,24 miliar.
Capaian ini bahkan mencatat surplus sebesar 6,12 persen dibandingkan target triwulan pertama.
"Alhamdulillah realisasi PAD Januari sampai 8 April 2026 mencapai Rp57,24 miliar," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Agam Helton, melansir Antara, Jumat, 17 April 2026.
Ia mengatakan PAD Rp57,24 miliar itu berasal dari pajak daerah Rp19,17 miliar, retribusi daerah Rp24,26 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp12,30 miliar dan lain-lain PAD yang dah Rp1,49 miliar.
Realisasi ini mengalami surplus sebesar Rp6,12 persen dari target sampai triwulan pertama Januari-Maret yang ditetapkan sebesar 20 persen.
"Target PAD pada triwulan pertama ditetapkan sebesar Rp43,8 miliar," katanya.
Ia menambahkan target PAD sampai akhir April 2026 sebesar Rp58,44 miliar dengan rincian pajak daerah Rp25,35 miliar, retribusi daerah Rp26,79 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp3,78 miliar dan lain-lain PAD yang dah Rp2,50 miliar.
Ini suatu keberhasilan dalam pemungutan PAD dan bagi wajib pajak yang mencapai target, maka Bupati Agam akan memberi penghargaan.
"Penghargaan ini bakal diserahkan pada hari besar 17 Agustus 2026," katanya.
Ia mengakui target PAD pada 2026 sebesar Rp219,16 miliar berasal dari pajak daerah Rp95,08 miliar, retribusi daerah Rp100,47 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp14,20 miliar dan lain-lain PAD yang dah Rp9,40 miliar.
Badan Pendapatan Daerah Agam melakukan berbagai upaya agar target PAD tercapai nantinya. Upaya yang dilakukan berupa pemutakhiran data wajib pajak, digitalisasi pembayaran dan penyesuaian beberapa aturan atau regulasi di daerah terkait nilai objek pajak ada yang rendah dan ada juga tinggi.
Setelah itu melakukan pengawasan reklame yang dipasang di lapangan, sehingga reklame tidak membayar pajak langsung dibuka.
"Kita melakukan berbagai upaya dan strategi agar realisasi PAD pada 2026 tercapai nantinya," katanya.
Berita Terkait
-
Tablet Xiaomi Pad 9 Pro Max Siap Debut, Bawa Xring O3 yang Diklaim Tembus 5,22 Juta AnTuTu
-
Spek Xiaomi Pad 9 Pro Bocor: Tablet Flagship Usung Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh
-
Gaya Hidup Play on the Go Makin Populer, Tablet Tak Lagi Cuma Buat Nonton
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan
-
Kementerian Kebudayaan Umumkan Pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Siapkan Ragam Promo Menarik
-
Minuman Manis Tak Langsung Bikin Gagal Ginjal, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Jadi Risikonya
-
Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun