Suhardiman
Kamis, 16 April 2026 | 18:11 WIB
Kasat Lantas Polres Solok Kota dimutasi. [polri.go.id]
Baca 10 detik
  • Iptu Akbar Kharisma Tanjung dimutasi dari jabatan Kasat Lantas Polres Solok Kota ke Polda Sumatera Barat.
  • Mutasi tersebut terjadi bersamaan dengan viralnya rombongan Arteria Dahlan yang berfoto di jalur ekstrem Sitinjau Lauik.
  • Kapolres Solok Kota menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengawalan rombongan yang dinilai menimbulkan miskomunikasi serta persepsi negatif.

SuaraSumbar.id - Iptu Akbar Kharisma Tanjung dimutasi dari jabatannya sebagai Kasat Lantas Polres Solok Kota, di tengah viralnya rombongan Arteria Dahlan yang berhenti dan foto-foto di tikungan ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat.

Peristiwa tersebut memicu sorotan publik karena rombongan diketahui mendapatkan pengawalan polisi saat melintasi jalur rawan kecelakaan tersebut.

Informasi yang dihimpun, Akbar Kharisma dimutasi menjadi PS Panit I Sitatib Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat.

Lalu, posisi Akbar diisi oleh Iptu Apshari Wahyu Siregar yang sebelumnya bertugas sebagai Kanit Regident Satlantas Polres Pesisir Selatan.

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Solok Kota, AKP Oon Kurnia Ilahi juga dimutasi ke sebagai Panit I Subdit I Ditreskrimum Polda Sumbar.

Kasi Humas Polres Solok Kota, AKP Edy Yuhendra mengatakan mutasi jabatan merupakan rotasi biasa di tubuh kepolisian.

Menurutnya, mutasi tersebut tidak ada kaitannya dengan polemik rombongan komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang viral di media sosial.

"Mutasi biasa, hal yang wajar. Tidak ada kaitannya (dengan yang viral)," kata Edy, Kamis, 16 April 2026.

Kapolres Solok Kota Minta Maaf

Kapolres Solok Kota AKBP Mas'ud Ahmad sebelumnya juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang viral tersebut.

Menurutnya, kejadian itu terjadi karena miskomunikasi antara pihak perusahaan dengan anggota polisi yang melakukan pengawalan.

“Pengawalan yang dilakukan oleh Polres Solok Kota kami mengucapkan maaf,” ujarnya dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Sitinjau Lauik dikenal sebagai salah satu jalur paling ekstrem di Sumatera Barat. Tikungan tajam, tanjakan curam, dan jalur sempit membuat kawasan ini sering menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas.

Kontributor: Saptra S

Load More