- Pemerintah Padang Pariaman merelokasi Puskesmas Sintuk ke lahan SD Negeri 15 karena sering terdampak banjir luapan sungai.
- Relokasi memanfaatkan lahan sekolah tanpa pembelian tanah baru untuk meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah daerah setempat.
- Kebijakan ini merupakan bagian dari rencana penggabungan sekolah guna mengoptimalkan fungsi lahan bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
SuaraSumbar.id - Puskesmas Sintuk di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), direlokasi ke lokasi baru.
Keputusan ini diambil setelah fasilitas kesehatan tersebut berulang kali terdampak banjir akibat luapan sungai yang berada sangat dekat dengan bangunan puskesmas.
Lokasi baru yang dipilih adalah SD Negeri 15 Sintuk Toboh Gadang yang berada di kawasan Toboh Olo.
Sekolah ini dipandang lebih aman dari ancaman banjir serta memiliki akses yang relatif dekat dari lokasi puskesmas saat ini.
Menariknya, proses relokasi tidak melibatkan pembelian tanah baru. Jarak antara lokasi lama dan lokasi baru hanya sekitar dua kilometer.
"Dalam proses relokasi ini tidak ada pembelian tanah atau jual beli lahan. Kita sedang dalam semangat efisiensi anggaran sehingga SD Negeri 15 Sintoga (Sintuak Toboh Gadang) dipilih sebagai lokasi relokasi karena dinilai lebih aman dari risiko banjir," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, melansir Antara, Selasa, 14 April 2026.
Kebijakan ini juga merupakan bagian dari rencana penggabungan sekolah antara SD Negeri 15 Sintuk Toboh Gadang dan SD Negeri 02 Sintuk Toboh Gadang di Toboh Luar Parit.
Dengan penggabungan tersebut, lahan sekolah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat.
Relokasi ini sebelumnya telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Relokasi Puskesmas Sintuk, kata dia bahkan telah masuk dalam daftar surat Kementerian Kesehatan kepada Kementerian Pekerjaan Umum Nomor KK.02.04/Menkes/870/2025 terkait permohonan bantuan revitalisasi sarana fasilitas kesehatan pasca-bencana hidrometeorologi.
Ia berharap masyarakat dapat mendukung kebijakan tersebut sekaligus meluruskan isu yang berkembang mengenai anggapan adanya pembelian lahan dalam proses relokasi tersebut.
Berita Terkait
-
Dongkrak Kunjungan Wisata, FE Watersport Sensasi Baru di Danau Singkarak
-
Harimau Sumatera Dievakuasi usai Masuk Ladang Warga
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Enam Bulan Pascabencana, Warga Padang Pariaman Masih Sebrangi Sungai dengan Rakit
-
CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui
-
Kunjungan Wisatawan ke Sumbar April 2026 Menurun, Hotel Berbintang Justru Catat Kenaikan Hunian
-
Aktivitas Bongkar Muat Barang di Sumbar Alami Penuruan, Ini Data Lengkap dari BPS
-
2 Orang Kena Peluru Nyasar di UNP, SPK Sumbar Desak Investigasi Independen
-
Mitsubishi Destinator Exceed Hadir dengan Mesin Turbo Irit & Kabin Luas untuk Perjalanan Keluarga