- Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi setinggi 500 meter pada hari Minggu, 12 April 2026 pagi.
- Aktivitas vulkanik tersebut tercatat dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 21,4 milimeter dan durasi selama 29 detik.
- PVMBG menetapkan status Waspada dan melarang masyarakat beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah gunung.
SuaraSumbar.id - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi, Minggu, 12 April 2026.
Dalam peristiwa itu, Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik setinggi 500 meter yang mengarah ke tenggara. Petugas PGA Gunung Marapi Teguh Firmansyah mengkonfirmasi bahwa erupsi terjadi pagi tadi.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 08.02 WIB di mana tinggi kolom abu teramati 500 meter di atas puncak gunung," katanya melansir Antara.
Dalam laporan PGA, kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21,4 milimeter dan berdurasi 29 detik.
Sampai saat ini, gunung api dengan tinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut masih berada pada Level II atau Waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keamanan bagi masyarakat.
Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).
Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.
Selai itu, jika terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.
Semua pihak juga diminta untuk tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.
Berita Terkait
-
Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara
-
Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah
-
Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
-
Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan
-
Merajut Kembali Hidup Pascabanjir Bandang di Sumatra
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Erupsi Gunung Marapi Minggu Pagi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Status Masih Waspada
-
Buka HP dan Baca Pesan WA Ku, Wasiat Mahasiswa PNP di Buku Sebelum Ditemukan Tewas di Kos
-
Pengurus IKM Kini Bertabur Bintang, Andre Rosiade: Ada Potensi Investasi Rp 20 T ke Sumbar
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kamar Kos Dikenal Introvert di Kampus
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kos, Tubuh Sudah Hitam-Bengkak