- Pemprov Sumatera Barat menargetkan realisasi investasi sebesar Rp13,3 triliun pada 2027 guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
- Kebijakan investasi difokuskan pada sektor hilirisasi pertanian, pariwisata, energi terbarukan, penguatan UMKM, serta pengembangan infrastruktur strategis dan konektivitas.
- Pembangunan jalan tol, jalur Sitinjau Lauik, dan pengembangan potensi geotermal menjadi proyek prioritas utama dalam mendukung ekonomi jangka panjang.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan realisasi investasi sebesar Rp13,3 triliun pada 2027 untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy mengatakan, target itu merupakan bagian dari tren peningkatan investasi yang diproyeksikan naik dari Rp11,9 triliun pada 2026 hingga mencapai Rp18,8 triliun pada 2030.
"Arah kebijakan kita jelas, fokus pada hilirisasi pertanian, pariwisata unggulan, energi terbarukan, infrastruktur serta penguatan UMKM dan industri lokal," katanya melansir Antara, Kamis, 9 April 2026.
Ke depan, strategi investasi Sumbar bertumpu pada empat pilar utama. Pertama, penguatan infrastruktur dan konektivitas di antaranya pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, jalan layang Sitinjau Lauik, serta peningkatan jalur Bukittinggi–Payakumbuh sebagai jalur perdagangan utama.
Kedua, pengembangan sektor maritim melalui optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai simpul distribusi komoditas unggulan daerah. Ketiga, penguatan energi terbarukan melalui pengembangan potensi panas bumi di sejumlah titik strategis.
Terakhir, penguatan sektor pariwisata dan ketangguhan kawasan, termasuk pengembangan Kawasan Mandeh dan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai destinasi unggulan berkelanjutan.
"Ini bukan sekadar proyek, tetapi portofolio strategis yang akan menjadi pengungkit ekonomi Sumbar dalam jangka panjang," ujar dia.
Pada kesempatan itu, menyoroti dua proyek prioritas yang menjadi fokus utama yakni pengembangan geotermal dengan potensi hingga 165 Megawatt elektrik, dan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru sepanjang 255 kilometer.
Selain itu, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik melalui skema KPBU dinilai menjadi solusi strategis untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan keselamatan transportasi di jalur utama Sumbar.
Berita Terkait
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Bali Dipilih Jadi Pusat Finansial Internasional, Jakarta dan Batam Tersisih
-
Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Sakelar Lampu Terasa Panas Saat Disentuh? Ini Tanda yang Harus Diwaspadai
-
Pakar Transportasi: Antrean BBM di Sumbar Dipicu Hambatan Distribusi Akibat Gangguan Infrastruktur
-
15 Karya Budaya Sumbar Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda
-
Pariwisata Sumbar Menggeliat, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik 34,68 Persen
-
BRI KKB Expo 2026 Tawarkan Promo Kredit Mobil dan Bonus BRIZZI Rp500 Ribu