-
Erupsi Marapi berlangsung 35 detik dan statusnya tetap waspada.
-
Kolom abu tak terlihat, warga diminta jauhi radius.
-
PVMBG ingatkan potensi lahar dan bahaya hujan abu.
SuaraSumbar.id - Erupsi Gunung Marapi kembali terjadi pada Senin (9/2/2026) sore. Pos Gunung Api (PGA) mencatat letusan gunung yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) itu berlangsung singkat, namun tetap menjadi perhatian masyarakat dan pihak terkait.
Berdasarkan laporan resmi, erupsi Gunung Marapi terekam melalui alat pemantau aktivitas vulkanik. Durasi letusan terhitung puluhan detik dengan kekuatan yang terukur pada seismogram. Sementara itu, status gunung api saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.
Petugas PGA memastikan, erupsi Gunung Marapi terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Data teknis mencatat amplitudo maksimum mencapai 24,3 milimeter dengan lama kejadian sekitar setengah menit lebih.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 17.00 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24,3 milimeter serta berdurasi sekitar 35 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi, Ahmad Rifandi.
Dalam laporan yang sama, tinggi kolom abu dari gunung berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu tidak dapat diamati. Awan tebal menutup area puncak sehingga visual letusan tidak terlihat dari pos pengamatan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang wajib dipatuhi masyarakat. Salah satunya, melarang siapa pun beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.
Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi lahar dingin. Ancaman ini terutama berisiko bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung, khususnya saat hujan turun.
"Harap tingkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di dekat bantaran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Marapi," ucapnya.
Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan pernapasan.
PVMBG juga meminta semua pihak menjaga situasi tetap kondusif serta tidak menyebarkan informasi bohong di tengah aktivitas erupsi Gunung Marapi yang masih berstatus waspada. (Antara)
Berita Terkait
-
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik Lebih Tinggi
-
Gunung Marapi Erupsi, Ketinggian Abu Vulkanik Capai 350 Meter
-
Erupsi Gunung Marapi: Kolom Abu Tebal Mengarah Utara dan Timur Laut
-
Daftar 16 Gunung Api Mematikan dan Populer di Indonesia, Krakatau Paling Bahaya?
-
Jokowi Instruksi Banjir Lahar Dingin di Sumbar: Santunan Segera Diberikan dan Relokasi Rumah Warga
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi