Riki Chandra
Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi sunscreen. (Chat GPT)
Baca 10 detik
  • Pilih sunscreen mineral untuk kurangi risiko iritasi mata.
  • Tekstur ringan dan matte bantu nyaman digunakan sehari-hari.
  • Aplikasi tepat penting agar produk tidak masuk mata.

SuaraSumbar.id - Menerapkan cara memilih sunscreen yang tepat menjadi langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit harian. Perlindungan dari paparan sinar UV dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sekaligus tampilan kulit sepanjang hari.

Banyak orang mencari cara memilih sunscreen karena tidak semua produk terasa nyaman saat digunakan. Ada yang meninggalkan rasa lengket, memicu white cast, bahkan membuat mata terasa perih.

Dengan memahami cara memilih sunscreen, pengguna bisa menemukan formula yang ringan, aman untuk kulit sensitif, dan tetap memberikan perlindungan maksimal. Sejumlah ahli dermatologi dan optometris pun membagikan panduannya.

Paparan sinar matahari yang terjadi setiap hari membuat penggunaan tabir surya tidak bisa dilewatkan. Namun rasa tidak nyaman sering kali menjadi alasan seseorang enggan memakainya secara rutin.

Karena itu, panduan dari para ahli dapat membantu menentukan pilihan yang sesuai kebutuhan. Mulai dari jenis kandungan hingga teknik pemakaian memiliki peran penting.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Pilih jenis mineral atau physical sunscreen

Memahami tipe tabir surya merupakan langkah awal yang krusial. Terutama bagi pemilik kulit dan mata sensitif, komposisi bahan akan sangat menentukan kenyamanan.

"Ketika mencoba menemukan tabir surya yang tidak membakar mata Anda, carilah penghalang fisik yang mengandung mineral murni seperti seng dan/atau titanium oksida," kata Dr. Lauren Penzi, seorang dermatologis bersertifikat.

Mineral tersebut bekerja dengan membentuk lapisan di atas kulit dan memantulkan sinar UV. Dengan cara ini, kemungkinan produk masuk ke mata menjadi lebih kecil.

Dr. Mona Gohara juga menyarankan penggunaan seng oksida, titanium dioksida, dan besi oksida untuk menghindari sensasi terbakar.

Sebaliknya, beberapa ahli menyarankan menghindari filter kimia tertentu. Dr. Azadeh Shirazi menjelaskan bahwa bahan tersebut sering distabilkan dengan pengawet yang dapat memicu iritasi.

2. Perhatikan tekstur dan hasil akhir

Produk dengan tekstur berat atau berminyak cenderung kurang nyaman untuk penggunaan harian. Banyak ahli merekomendasikan formula ringan yang cepat menyerap.

Tekstur gel atau hasil akhir matte sering dianggap membantu karena terasa seperti kulit kedua. Pendekatan ini memudahkan pemakaian berulang.

White cast juga menjadi perhatian penting. Formulasi modern biasanya dibuat agar tidak meninggalkan residu pada berbagai warna kulit.

Pilihan transparan atau berbasis gel dapat membantu menghindari tampilan seperti kapur.

3. Pertimbangkan ketahanan terhadap air dan keringat

Meski tidak berenang, paparan keringat dapat memengaruhi efektivitas SPF. Karena itu, label water-resistant patut dipertimbangkan.

Optometris Dr. Kenneth Daniels menyarankan formula tahan keringat untuk mencegah sunscreen masuk ke mata. Produk bebas pewangi juga dinilai lebih aman bagi yang sensitif.

Mengurangi potensi iritasi membuat penggunaan terasa lebih nyaman dalam jangka panjang.

4. Gunakan teknik aplikasi yang tepat

Cara pemakaian dapat menentukan hasil akhirnya. Hindari mengoleskan terlalu dekat dengan garis bulu mata atau kelopak.

Mulailah dari pipi, hidung, dan dahi, lalu ratakan perlahan ke arah luar. Berhenti sebelum memasuki kontur mata.

Sun stick dapat membantu aplikasi lebih presisi. Bentuk balsem atau bubuk juga tidak mudah menetes.

Kacamata hitam bisa menjadi perlindungan tambahan, terutama saat cuaca panas dan lembap.

5. Pastikan perlindungan menyeluruh

SPF minimal 30 direkomendasikan untuk penggunaan harian. Angka lebih tinggi memberi daya proteksi lebih lama.

Label broad-spectrum penting karena menunjukkan perlindungan terhadap UVA dan UVB. Selain itu, produk non-komedogenik membantu menjaga pori tetap bersih.

Dr. Daniels mengingatkan bahwa "bahan apa pun berpotensi menyebabkan perih pada seseorang, jadi ada sedikit uji coba yang terlibat".

Melakukan uji coba pada area kecil sebelum penggunaan penuh dapat membantu mengurangi risiko.

Load More