- Pilih sunscreen mineral untuk kurangi risiko iritasi mata.
- Tekstur ringan dan matte bantu nyaman digunakan sehari-hari.
- Aplikasi tepat penting agar produk tidak masuk mata.
SuaraSumbar.id - Menerapkan cara memilih sunscreen yang tepat menjadi langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit harian. Perlindungan dari paparan sinar UV dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sekaligus tampilan kulit sepanjang hari.
Banyak orang mencari cara memilih sunscreen karena tidak semua produk terasa nyaman saat digunakan. Ada yang meninggalkan rasa lengket, memicu white cast, bahkan membuat mata terasa perih.
Dengan memahami cara memilih sunscreen, pengguna bisa menemukan formula yang ringan, aman untuk kulit sensitif, dan tetap memberikan perlindungan maksimal. Sejumlah ahli dermatologi dan optometris pun membagikan panduannya.
Paparan sinar matahari yang terjadi setiap hari membuat penggunaan tabir surya tidak bisa dilewatkan. Namun rasa tidak nyaman sering kali menjadi alasan seseorang enggan memakainya secara rutin.
Karena itu, panduan dari para ahli dapat membantu menentukan pilihan yang sesuai kebutuhan. Mulai dari jenis kandungan hingga teknik pemakaian memiliki peran penting.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Pilih jenis mineral atau physical sunscreen
Memahami tipe tabir surya merupakan langkah awal yang krusial. Terutama bagi pemilik kulit dan mata sensitif, komposisi bahan akan sangat menentukan kenyamanan.
"Ketika mencoba menemukan tabir surya yang tidak membakar mata Anda, carilah penghalang fisik yang mengandung mineral murni seperti seng dan/atau titanium oksida," kata Dr. Lauren Penzi, seorang dermatologis bersertifikat.
Mineral tersebut bekerja dengan membentuk lapisan di atas kulit dan memantulkan sinar UV. Dengan cara ini, kemungkinan produk masuk ke mata menjadi lebih kecil.
Dr. Mona Gohara juga menyarankan penggunaan seng oksida, titanium dioksida, dan besi oksida untuk menghindari sensasi terbakar.
Sebaliknya, beberapa ahli menyarankan menghindari filter kimia tertentu. Dr. Azadeh Shirazi menjelaskan bahwa bahan tersebut sering distabilkan dengan pengawet yang dapat memicu iritasi.
2. Perhatikan tekstur dan hasil akhir
Produk dengan tekstur berat atau berminyak cenderung kurang nyaman untuk penggunaan harian. Banyak ahli merekomendasikan formula ringan yang cepat menyerap.
Tekstur gel atau hasil akhir matte sering dianggap membantu karena terasa seperti kulit kedua. Pendekatan ini memudahkan pemakaian berulang.
White cast juga menjadi perhatian penting. Formulasi modern biasanya dibuat agar tidak meninggalkan residu pada berbagai warna kulit.
Pilihan transparan atau berbasis gel dapat membantu menghindari tampilan seperti kapur.
3. Pertimbangkan ketahanan terhadap air dan keringat
Meski tidak berenang, paparan keringat dapat memengaruhi efektivitas SPF. Karena itu, label water-resistant patut dipertimbangkan.
Optometris Dr. Kenneth Daniels menyarankan formula tahan keringat untuk mencegah sunscreen masuk ke mata. Produk bebas pewangi juga dinilai lebih aman bagi yang sensitif.
Mengurangi potensi iritasi membuat penggunaan terasa lebih nyaman dalam jangka panjang.
4. Gunakan teknik aplikasi yang tepat
Cara pemakaian dapat menentukan hasil akhirnya. Hindari mengoleskan terlalu dekat dengan garis bulu mata atau kelopak.
Mulailah dari pipi, hidung, dan dahi, lalu ratakan perlahan ke arah luar. Berhenti sebelum memasuki kontur mata.
Sun stick dapat membantu aplikasi lebih presisi. Bentuk balsem atau bubuk juga tidak mudah menetes.
Kacamata hitam bisa menjadi perlindungan tambahan, terutama saat cuaca panas dan lembap.
5. Pastikan perlindungan menyeluruh
SPF minimal 30 direkomendasikan untuk penggunaan harian. Angka lebih tinggi memberi daya proteksi lebih lama.
Label broad-spectrum penting karena menunjukkan perlindungan terhadap UVA dan UVB. Selain itu, produk non-komedogenik membantu menjaga pori tetap bersih.
Dr. Daniels mengingatkan bahwa "bahan apa pun berpotensi menyebabkan perih pada seseorang, jadi ada sedikit uji coba yang terlibat".
Melakukan uji coba pada area kecil sebelum penggunaan penuh dapat membantu mengurangi risiko.
Berita Terkait
-
5 Sunscreen dengan Vitamin E untuk Cegah Kerutan Muncul Lebih Cepat
-
Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
-
9 Rekomendasi Physical Sunscreen Lokal yang Aman dan Murah
-
5 Penyebab Moisturizer Menggumpal seperti Daki saat Ditimpa Sunscreen dan Foundation
-
4 Kesalahan Reapply Sunscreen Stick yang Bikin Jerawatan, Sering Tak Disadari
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up