- Foto viral Reza Arap ditangkap polisi terbukti rekayasa AI.
- Polisi tidak pernah menyatakan Reza Arap ditangkap.
- Pemeriksaan Reza Arap hanya sebatas klarifikasi kasus.
SuaraSumbar.id - Foto Reza Arap ditangkap polisi ramai beredar di media sosial Facebook pada 26 Januari dan langsung memicu perhatian publik. Unggahan tersebut menampilkan potret sosok yang diklaim sebagai Reza “Arap” Oktavian tengah diamankan aparat kepolisian.
Dalam unggahan itu, narasi yang disertakan menyebut foto Reza Arap ditangkap polisi terjadi karena dugaan keterlibatan dalam kasus meninggalnya kekasihnya, Lula Lahfah. Teks dalam unggahan tersebut berbunyi:
“Reza Arab dit4ngkap p0lisi
Karna diduga mencec0ki 0bat Dll ke lufa”
Klaim foto Reza Arap ditangkap polisi ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Lantas, benarkah Reza Arap ditangkap polisi pada 26 Januari?
Berdasarkan penelusuran tim CEK FAKTA Antara, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang menyebut adanya penangkapan terhadap Reza Arap. Informasi yang beredar terkait foto Reza Arap ditangkap polisi tidak didukung sumber resmi mana pun.
Dilansir dari Antara, Reza Arap justru mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (26/1) sekitar pukul 23.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan terkait kematian Lula Lahfah. Dalam pemeriksaan tersebut, polisi mengajukan sekitar 30 pertanyaan.
Pemeriksaan itu selesai pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.46 WIB dengan durasi kurang lebih empat jam. Artinya, kehadiran Reza Arap di kantor polisi bukan dalam status ditangkap, melainkan memenuhi panggilan pemeriksaan.
Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Sebelumnya, polisi juga telah memeriksa enam saksi guna menyusun kronologi kejadian serta mengumpulkan barang bukti. Langkah ini dilakukan termasuk untuk melengkapi hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Dengan demikian, narasi foto Reza Arap ditangkap polisi tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan pihak kepolisian maupun laporan media resmi.
Tim CEK FAKTA turut memeriksa keaslian foto yang beredar menggunakan AI Detector Sightengine. Hasilnya menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki indikasi 98 persen merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa klaim foto Reza Arap ditangkap polisi tidak berdasar dan menyesatkan publik.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran sumber resmi, serta hasil analisis teknologi, klaim foto Reza Arap ditangkap polisi pada 26 Januari tidak benar atau berita hoaks.
Berita Terkait
-
Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba
-
Kemenkeu Tegaskan Kabar Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Adalah Hoaks
-
AI Bikin Hoaks Makin Meyakinkan, Nezar Patria: Batas Realitas Jadi Kabur
-
Berita Hoaks, Nama Menkeu Suahasil Nazara Disebut dalam Isu Korupsi Rp500 Triliun
-
Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up