-
Video viral diklaim jatuhnya ATR 42-500 ternyata hoaks.
-
Rekaman berasal dari insiden penerbangan Delta tahun 2019.
-
Seluruh penumpang selamat dalam kejadian sebenarnya.
SuaraSumbar.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang mengklaim sebagai video jatuhnya pesawat ATR 42-500. Video berdurasi sekitar tujuh detik itu menampilkan suasana di dalam kabin pesawat dengan lampu berkedip serta teriakan penumpang yang terdengar jelas.
Dalam unggahan tersebut, video jatuhnya pesawat ATR 42-500 dinarasikan sebagai rekaman langsung dari salah satu penumpang.
Tampak bagian mesin pesawat berputar di sekitar turbin, memperkuat kesan bahwa pesawat tengah mengalami kondisi darurat sebelum jatuh.
Narasi dalam unggahan video jatuhnya pesawat ATR 42-500 itu berbunyi, “Detik-detik jatuhnya pesawat Yang direkam Salah satu penumpang.”
Unggahan tersebut juga disertai keterangan tambahan, “Rekaman salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 Sabtu 17-1 2026.”
Klaim tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran publik. Video itu pun menyebar luas dan dikaitkan dengan peristiwa kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang disebut terjadi pada Januari 2026.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Antara, video yang diklaim sebagai video jatuhnya pesawat ATR 42-500 ternyata merupakan rekaman lama dari insiden penerbangan maskapai lain yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.
Berdasarkan penelusuran, video tersebut identik dengan unggahan media Global News berjudul “Delta jet engine’s nose cone comes loose during flight”.
Video itu mendokumentasikan insiden penerbangan Delta dari Atlanta menuju Baltimore yang melakukan pendaratan darurat di Raleigh, Carolina Utara, pada 8 Juli 2019.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa bagian penutup mesin pesawat mengalami masalah di tengah penerbangan. Rekaman diambil oleh seorang penumpang bernama Logan Webb yang merekam kondisi mesin disertai suara gesekan keras selama kejadian berlangsung.
Laporan Global News juga menyebutkan bahwa seluruh penumpang dalam insiden tersebut selamat dan tidak mengalami luka fisik. Meski demikian, penumpang mengalami guncangan emosional akibat kondisi darurat yang terjadi di dalam pesawat.
Dengan demikian, klaim yang menyebut video tersebut sebagai video jatuhnya pesawat ATR 42-500 tidak sesuai dengan fakta dan dinyatakan tidak benar.
Kesimpulan
Klaim video jatuhnya pesawat ATR 42-500 adalah hoaks. Video tersebut bukan rekaman jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada 2026, melainkan insiden penerbangan Delta Air Lines tahun 2019 yang mengalami masalah mesin dan melakukan pendaratan darurat.
Berita Terkait
-
Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk
-
Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!
-
Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa
-
Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok
-
Ekonomi di Era Algoritma: Ketika Semua Profesi Harus Punya Exposure
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan