Riki Chandra
Rabu, 21 Januari 2026 | 12:38 WIB
Kunci jawaban Bahasa Indonesia. [Dok. Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Kunci jawaban membantu pemahaman cerpen secara kritis dan menyeluruh.
  • Materi melatih penalaran, interpretasi, serta pemahaman pesan moral.
  • Referensi belajar, bukan sekadar hafalan mengerjakan tugas sekolah.

Jawaban: Makna lugas dari perkataan Tuhan adalah penegasan bahwa ibadah tidak boleh dipisahkan dari amal dan usaha memperbaiki kehidupan.
Menyembah Tuhan saja tanpa bekerja, berbuat baik, dan memperjuangkan kesejahteraan sesama merupakan kesalahan besar.

Pertanyaan integratif

a. Bercerita tentang apakah cerpen di atas?

Jawaban: Cerpen ini bercerita tentang kritik terhadap pola keberagamaan yang hanya menekankan ibadah ritual tanpa kepedulian sosial. Kisah ini menunjukkan akibat dari sikap egoistis yang mengabaikan penderitaan sesama atas nama kesalehan pribadi.

b. Apa pesan moral yang hendak disampaikan pengarang?

Jawaban: Pesan moral cerpen ini adalah bahwa ibadah harus disertai amal, kerja keras, dan tanggung jawab sosial. Kesalehan sejati tidak hanya diukur dari doa dan pujian, tetapi juga dari kepedulian terhadap kehidupan masyarakat dan keadilan sosial.

Pertanyaan kritis

a. Ditinjau dari sudut pandang agama, bolehkah tokoh C berbohong pada tokoh A?

Jawaban: Dari sudut pandang agama, kebohongan tetap merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan. Dalam konteks cerita, kebohongan atau sikap tidak jujur justru memperparah keadaan dan menjauhkan manusia dari nilai kebenaran dan tanggung jawab moral.

b. Apa kelebihan dan kelemahan cerpen itu berdasarkan aspek kebahasaan?

Jawaban: Kelebihan cerpen ini terletak pada penggunaan bahasa satir yang tajam, dialog yang kuat, serta gaya bahasa lugas namun penuh makna kritik.
Kelemahannya, bagi sebagian pembaca, sindiran yang keras dan simbolik bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau sulit dipahami tanpa pemahaman konteks sosial dan keagamaan.

Pertanyaan kreatif

a. Bagaimana sikap apabila berposisi sebagai tokoh A dalam cerpen itu?

Jawaban: Sikap yang seharusnya diambil adalah melakukan introspeksi diri, menyadari kesalahan, dan memperbaiki cara beragama dengan menyeimbangkan ibadah ritual dan kepedulian terhadap kehidupan sosial serta kesejahteraan sesama.

b. Bagaimana kira-kira kelanjutan cerpen itu seandainya tokoh utamanya tidak dimatikan pengarang?

Load More