-
Pemprov Sumbar butuh Rp 21,44 triliun tangani dampak bencana besar.
-
Infrastruktur menyerap anggaran terbesar dalam pemulihan pascabencana Sumbar.
-
Kabupaten dan kota pegang porsi anggaran pascabencana paling besar.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengungkap kebutuhan dana pemulihan pascabencana Sumbar mencapai Rp 21,44 triliun.
Angka tersebut dibutuhkan untuk menangani dampak bencana yang melanda 16 kabupaten dan kota di Sumbar pada akhir November 2025.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan bahwa anggaran pascabencana Sumbar tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi secara bertahap dan terencana. Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi di Kota Padang, Jumat, saat memaparkan kondisi terkini pascabencana di wilayahnya.
"Secara keseluruhan total kebutuhan pascabencana tercatat sebesar Rp21,44 triliun," kata Mahyeldi, Jumat (16/1/2026).
Menurut Mahyeldi, anggaran pascabencana Sumbar mencerminkan tanggung jawab besar pemerintah dalam memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi sekaligus, melainkan harus disesuaikan dengan kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan agar penanganan pascabencana tepat sasaran.
Lebih lanjut, Mahyeldi memaparkan pembagian kewenangan anggaran pascabencana ke dalam tiga level pemerintahan. Pemerintah pusat memegang kewenangan terbesar pertama dengan alokasi Rp 7,65 triliun atau sekitar 37,51 persen dari total kebutuhan. Anggaran ini mencakup sektor-sektor strategis yang menjadi tanggung jawab nasional.
Sementara itu, Pemprov Sumbar memiliki kewenangan pemenuhan anggaran sebesar Rp3,36 triliun atau sekitar 15,69 persen. Di sisi lain, porsi terbesar justru berada pada pemerintah kabupaten dan kota dengan total kebutuhan mencapai Rp 10,42 triliun atau 48,60 persen dari keseluruhan anggaran pascabencana Sumbar. Pembagian tersebut menunjukkan peran signifikan pemerintah daerah dalam proses pemulihan.
Eks Wali Kota Padang itu juga merinci penggunaan anggaran berdasarkan sektor. Kebutuhan terbesar dialokasikan untuk pemulihan infrastruktur dengan nilai mencapai Rp17,06 triliun.
Selain itu, sektor permukiman membutuhkan anggaran Rp1,44 triliun, sektor ekonomi Rp1,10 triliun, kebutuhan lintas sektor sebesar Rp1,19 triliun, serta sektor sosial sebesar Rp0,64 triliun.
"Data ini memberikan gambaran yang utuh tentang besaran kebutuhan pascabencana, baik dari sisi total, kewenangan maupun sektor," katanya.
Mahyeldi menambahkan bahwa pascaterjadinya bencana, pemerintah dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk mencegah meluasnya dampak sosial dan ekonomi.
Oleh karena itu, pemerintah provinsi bersama para bupati dan wali kota di Sumatera Barat terus mengupayakan percepatan pemulihan yang terarah, terpadu, dan tepat sasaran agar anggaran pascabencana Sumbar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Berita Terkait
-
Pemulihan Pascabencana Banjir Sumut Harus Didukung Data Valid
-
Kasatgas Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
-
Bappenas Siapkan Rp56,3 Triliun untuk Bangun Kembali Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera
-
Pascabencana, Menhub Pastikan Bandara dan Pelabuhan Sumatra Siap Layani Mudik 2026
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
CEK FAKTA: AC Masjid Meledak hingga Tewaskan 20 Jamaah Shalat Subuh, Benarkah?
-
Alasan Semen Padang FC Pecat Dejan Antonic, Buntut Kabau Sirah Gagal Kalahkan PSIM di Laga Kandang?
-
BRI Catat 45,9 Juta Pengguna BRImo, Strategi Perkuat Dana Murah Makin Efektif
-
BKSDA Sumbar Kembali Bongkar Jaringan Perdagangan Tapir di Pasaman, 2 Pelaku Ditangkap
-
Semen Padang FC Wajib Menang Lawan PSIM, Malam Ini Laga Hidup Mati Kabau Sirah