-
Pemkab Agam terkendala BBM alat berat pasca tanggap darurat.
-
Alat berat terhenti akibat sulitnya memperoleh bio solar.
-
BPBD Agam ajukan permohonan ke Pemprov Sumbar terkait BBM.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menghadapi kendala serius akibat kesulitan BBM alat berat yang digunakan untuk membersihkan material pascabanjir bandang dan tanah longsor.
Kondisi ini berdampak langsung pada proses normalisasi sungai, pembukaan akses jalan, serta pembersihan rumah warga yang tertimbun material bencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Agam, Ofrizon, menyebutkan kesulitan BBM alat berat mulai dirasakan setelah masa tanggap darurat berakhir pada Senin (5/1/2026).
Sejak saat itu, alat berat tidak lagi dapat membeli bio solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), padahal sebelumnya tidak ada kendala serupa.
“Kita kesulitan mendapatkan bio solar di SPBU semenjak masa tanggap darurat berakhir pada Senin (5/1) dan sebelumnya tidak ada permasalahan,” katanya, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, kesulitan BBM alat berat tersebut membuat proses pembersihan material banjir bandang dan tanah longsor menjadi tidak maksimal.
Bahkan, sejumlah alat berat terpaksa berhenti beroperasi karena tidak memiliki bahan bakar yang cukup.
Menurutnya, penggunaan BBM alternatif seperti dexlite bukan solusi ideal. Selain harganya lebih mahal, kebutuhan BBM alat berat mencapai ratusan liter setiap harinya sehingga membebani anggaran operasional di lapangan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam telah membuat surat resmi dan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar dapat memfasilitasi kembali distribusi bio solar bagi alat berat.
“Mudah-mudahan bio solar bisa didapatkan, sehingga alat berat bisa maksimal untuk membersihkan material,” katanya.
Saat ini, sebanyak 53 unit alat berat dikerahkan untuk penanganan dampak bencana di Agam. Rinciannya terdiri dari 49 unit excavator, tiga unit loader, dan satu unit buldozer. Alat berat tersebut berasal dari Pemkab Agam, Pemerintah Provinsi, pemerintah pusat, TNI, badan usaha milik negara, serta bantuan masyarakat.
Puluhan alat berat itu disebar di sejumlah kecamatan terdampak seperti Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, dan wilayah lainnya. Fokus pekerjaan meliputi pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan, normalisasi sungai, serta pengangkatan material yang menimbun rumah warga.
Dengan masih berlangsungnya masa transisi penanganan bencana, Pemkab Agam berharap kesulitan BBM alat berat dapat segera teratasi agar seluruh proses pembersihan material dapat diselesaikan secepat mungkin.
“Kita berharap pembersihan material segera selesai selama masa transisi tersebut,” katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Prabowo Minta Bahlil Hentikan Total Impor BBM dan LPG Secepatnya
-
CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan
-
IESR Ingatkan Pengurangan Subsidi BBM Tak Cukup dengan Kendaraan Listrik: Mengapa?
-
Bahlil Jawab Isu Pembatasan Pertalite: Masih Dikaji, Belum Ada Perubahan!
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia