- BNPB fokus percepatan transisi hunian sementara menuju hunian tetap aman.
- Evaluasi huntara dilakukan untuk mendukung R3P Sumatera Barat.
- Lokasi huntap disiapkan sebagai pemulihan jangka menengah pascabencana.
SuaraSumbar.id - Percepatan peralihan dari hunian sementara (huntara) ke hunian tetap (huntap) menjadi fokus utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam proses pemulihan pascabencana banjir disertai tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar).
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan para penyintas segera menempati hunian yang aman, layak, dan berkelanjutan setelah terdampak bencana.
Penekanan percepatan peralihan huntara ke huntap tersebut disampaikan BNPB seiring pelaksanaan evaluasi pembangunan rumah bagi korban bencana.
Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Sumatera Barat, yang menjadi acuan utama dalam pemulihan wilayah terdampak.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menyampaikan bahwa percepatan peralihan huntara ke huntap harus menjadi arah kebijakan pemulihan pascabencana.
Menurutnya, hunian sementara hanya bersifat transisi, sehingga diperlukan perencanaan matang menuju hunian tetap yang memperhatikan aspek keamanan kebencanaan dan keberlanjutan lingkungan.
"Dokumen R3P diharapkan mampu menjadi pedoman komprehensif dalam penanganan pascabencana, termasuk peralihan dari hunian sementara menuju hunian," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).
Dalam evaluasi tersebut, BNPB melakukan penilaian terhadap berbagai aspek, mulai dari progres fisik pembangunan hunian sementara, kualitas konstruksi bangunan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
Selain itu, kesesuaian lokasi hunian dengan prinsip mitigasi risiko bencana juga menjadi perhatian utama dalam proses penilaian.
BNPB juga menilai kesiapan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi ini dinilai penting untuk memastikan pembangunan hunian pascabencana berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar telah berjalan. Namun demikian, BNPB mencatat masih diperlukan penyempurnaan fasilitas pendukung, penyesuaian desain hunian agar sesuai dengan kebutuhan keluarga penyintas, serta percepatan target penyelesaian di sejumlah lokasi.
Saat ini, pembangunan huntara di Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, ditargetkan mencapai 60 unit. Sementara itu, di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan dilakukan masing-masing sebanyak 23 unit di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, serta 15 unit di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan.
Pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, BNPB telah menyiapkan lokasi hunian tetap di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Lokasi ini direncanakan menjadi pusat pemulihan jangka menengah, sejalan dengan upaya percepatan peralihan huntara ke huntap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumbar. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca
-
Gempa 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Lansia 73 Tahun Meninggal karena Kaget
-
Update Kondisi Sumba Barat Usai Diguncang Gempa 6,1 M: 26 Bangunan Rusak, 1 Warga Jadi Korban
-
Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan
-
Warga Eks Bantaran Rel Pasar Gaplok Ingin Huntara Senen Jadi Tempat Tinggal Tetap
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah
-
8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai
-
Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan
-
Pasar Gaung Diacak-acak Petugas, Polda Sumbar Sapu Bersih 'Kampung Narkoba' di Padang