-
Pelaku penganiayaan nenek Saudah berhasil ditangkap Polres Pasaman.
-
Wagub Sumbar minta perlindungan korban libatkan LPSK.
- Pemprov Sumbar dorong hukuman berat beri efek jera.
SuaraSumbar.id - Kasus penganiayaan seorang nenek bernama Saudah akhirnya menemui titik terang setelah jajaran Polres Pasaman bersama Polda Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menangkap terduga pelaku.
Keberhasilan aparat ini diapresiasi oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy. Dia menilai langkah cepat tersebut menjawab keresahan dan tuntutan publik atas kejelasan penanganan perkara.
Vasko menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat, melalui percakapan via telepon seluler pada Selasa (6/1/2026) siang.
Vasko menegaskan, pengungkapan penganiayaan nenek Saudah menjadi bukti keseriusan aparat dalam menindak kekerasan terhadap kelompok rentan. Dalam percakapan tersebut, ia mengonfirmasi informasi penangkapan yang sebelumnya diterimanya dari Kapolda Sumbar.
“Tadi saya dapat Informasi dari Bapak Kapolda katanya udah ketangkap yah, Alhamdulillah sudah ditangkap pelaku penganiayaan nenek Saudah, terima kasih banyak Pak Kapolres yah,” kata Vasko.
“Siap Pak Wagub, terima kasih atas support dan bantuannya,” sahut Kapolres.
Wagub Sumbar menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban pascakejadian. Ia secara khusus meminta agar aparat melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) guna memastikan keselamatan Nenek Saudah dari potensi intimidasi atau tekanan lanjutan.
“Ini poin yang paling penting buat saya yah Pak Kapolres, saya tak mau bicara di konteks yang lain, tapi bicara di kemanusiaannya ini. Ini kan kurang ajar sekali, di saat ada nenek-nenek tua yang dipukul sampai mukanya hancur seperti ini, bagi saya ini sudah kelewatan batas gitu. Kalau perlu dilibatkan LPSK pak, biar tak terjadi hal-hal tak diinginkan lagi, begitu Pak,” katanya.
Lebih lanjut, Vasko menegaskan sikap Pemprov Sumbar yang tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, khususnya terhadap orang tua dan perempuan. Ia meminta agar pelaku diberikan hukuman maksimal demi menimbulkan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa.
“Orang tua, apalagi perempuan itu paling kita hormati, minta tolong yah Pak. Kita beri efek jera dan hukuman berat kepada pelaku berinisial IS (26) tersebut. Terima kasih banyak buat jajarannya Pak Kapolres, luar biasa Polres Pasaman,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat menjelaskan bahwa penyidik telah menetapkan pria berinisial IS, yang juga dikenal dengan sebutan MK, sebagai terduga pelaku penganiayaan Nenek Saudah. Penangkapan dilakukan pada Selasa (6/1/2026) pagi setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup.
“Terduga pelaku tercatat sebagai mahasiswa dan berdomisili di Jorong VI Lubuk Aro, Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menyimpulkan bahwa pelaku bertindak seorang diri tanpa ada pihak lain yang terlibat,” ujar Agus. (Antara)
Berita Terkait
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Sehidup Semaling! Sejoli Ini Tega Kuras Uang ATM Nenek-Nenek Pedagang Pasar Sampai Rp45 Juta
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!
-
Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
-
Viral Nenek Aniaya Cucu hingga Tewas, Tak Dibenarkan tapi Dikasihani
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Jangan 'Lapar Mata' Saat Idul Adha, Penderita Hipertensi hingga Kolesterol Tinggi Harus Waspada
-
Salad Jadi Pilihan Camilan Sehat saat Cuaca Panas, Ini Manfaat dan Resep Segarnya
-
Selat Solo Bisa Jadi Inspirasi Menu Idul Adha Selain Gulai
-
Polisi Temukan Tangki Modifikasi dan Pelat Nomor Ganda dalam Sidak SPBU di Padang
-
Pemadaman Listrik Berakhir, PLN Klaim Listrik di Sumbar Menyala 100 Persen