-
Dua rumah rusak akibat banjir bandang di Labuah Agam.
-
Warga mengungsi, sekolah dan akses jalan terdampak material banjir.
-
Jembatan darurat disiapkan bersama aparat dan masyarakat setempat.
SuaraSumbar.id - Banjir bandang kembali menerjang wilayah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Kali ini, dua unit rumah di Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, dilaporkan rusak akibat terjangan air bercampur lumpur pada Selasa (16/12/2025) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu sejak siang hingga malam hari.
Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar di Lubuk Basung memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir bandang Agam tersebut. Menurutnya, pemilik rumah telah lebih dulu mengungsi ke Data, Jorong Labuah, Kecamatan Tanjung Raya.
"Pemilik sudah mengungsi ke Data, Jorong Labuah semenjak banjir bandang melanda daerah itu, Kamis (27/11/2025)," katanya, Rabu (17/12/2025).
Selain merusak rumah warga, banjir bandang Agam juga berdampak pada fasilitas pendidikan. Arus air yang membawa material lumpur dan kayu dilaporkan merendam SDN 14 Labuah.
Material banjir masuk ke ruang belajar dan mengganggu aktivitas sekolah di wilayah tersebut. Kondisi ini menambah daftar kerusakan akibat luapan Sungai Rage yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
AKP Muzakar menjelaskan bahwa ruang belajar di sekolah tersebut sebelumnya juga sempat dipenuhi material banjir bandang. Proses pembersihan telah dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama Polri, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan unsur terkait lainnya.
"Ruang belajar sekolah ini baru selesai kita bersihkan setelah banjir bandang akibat meluapnya air Sungai Rage," katanya.
Di sisi lain, infrastruktur darurat yang telah dibangun pascabanjir dilaporkan masih aman. Jembatan darurat yang menghubungkan Maninjau ke Sungai Batang masih dapat dilalui kendaraan roda empat.
Namun, untuk jalan terban di Labuah Panjang, Nagari Sungai Batang, akan dibangun jembatan darurat dari pohon kelapa pada Rabu (17/12).
"Pembangunan jembatan darurat bakal dilakukan bersama Polri, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, masyarakat dan relawan," ujar Muzakar.
Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, memang menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang Agam pada akhir November 2025.
Setidaknya, belasan rumah dilaporkan rusak akibat bencana tersebut. Aparat dan pemerintah setempat terus melakukan penanganan darurat untuk memastikan akses dan keselamatan warga tetap terjaga. (Antara)
Berita Terkait
-
Pendangkalan Sungai Hambat Aktivitas Nelayan di Padang
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
-
Sisa Material Banjir Bandang Masih Selimuti Kawasan Muara Batang Kuranji
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata