Riki Chandra
Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:04 WIB
Sejumlah siswa membantu memindahkan meja dan kursi sebelum mengikuti ujian di bawah tenda, di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc]
Baca 10 detik
  •  Dapur umum Sumbar terus beroperasi bantu ribuan warga terdampak bencana.

  • Tagana dari berbagai provinsi terlibat penuh dalam operasional dapur.

  • Distribusi makanan dilakukan sesuai kebutuhan pengungsi di seluruh Sumbar.

SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan dapur umum Sumbar masih menjadi tulang punggung penanganan kebutuhan makan warga terdampak bencana hidrometeorologi. Hingga kini, 59 dapur umum Sumbar tetap beroperasi di berbagai wilayah yang terdampak.

Pada tahap awal penanganan, Pemprov melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar menegaskan bahwa keberadaan dapur umum Sumbar menjadi unsur vital dalam memastikan suplai makanan tidak terhenti bagi ribuan penyintas.

“Selain mengoperasikan langsung dua dapur umum di Kota Padang, kami juga terus mendukung pelaksanaan 57 dapur umum di kabupaten dan kota terdampak,” kata Kepala Dinsos Sumbar, Syaifullah, Jumat (12/12/2025).

Dua dapur utama yang dikelola langsung oleh Dinsos berada di kantor instansi tersebut dan Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Keduanya menjadi pusat distribusi penting, terutama bagi wilayah yang paling awal terdampak. Secara keseluruhan, dapur umum Sumbar digerakkan oleh 605 anggota Tagana yang bekerja secara bergantian.

Hingga kini, dua dapur yang langsung dikelola Dinsos telah menyalurkan lebih dari 18 ribu nasi bungkus untuk korban bencana.

Sementara 57 dapur umum lainnya yang tersebar di kabupaten dan kota terdampak rata-rata memproduksi sekitar 600 bungkus nasi per hari.

Syaifullah menegaskan koordinasi pendistribusian logistik terus dilakukan agar operasional dapur tidak terhambat. Termasuk dapur yang dioperasikan oleh Badan Amil Zakat Nasional, Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol, Dinsos kabupaten/kota, hingga dapur umum swadaya masyarakat.

Ia juga mengapresiasi ratusan Tagana yang turun langsung, termasuk bantuan Tagana dari Jawa Tengah dan Kalimantan. Seluruh dapur umum menyesuaikan jumlah paket nasi bungkus dengan kebutuhan warga terdampak. Jumlah pengungsi saat ini tercatat mencapai 15.878 jiwa di seluruh Sumbar.

Menu makanan yang diberikan terdiri dari nasi, sumber protein, dan sayur-sayuran. Paket tersebut ditujukan bagi warga yang masih di pengungsian maupun mereka yang sudah kembali ke rumah masing-masing. (Antara)

Load More