- Pemerintah pusat ajukan Rp13 triliun percepat rekonstruksi Sumbar.
- Infrastruktur rusak didata lengkap termasuk jalan, irigasi, sekolah.
- Proyek infrastruktur berjalan tidak terdampak usulan anggaran baru.
SuaraSumbar.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengajukan usulan Rp 13 triliun untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Usulan Rp 13 triliun ini disampaikan langsung oleh Menteri PU Doddy Hanggodo saat meninjau sejumlah titik terdampak di Kabupaten Tanah Datar.
“Kita sudah mengusulkan khusus untuk Sumbar itu sekitar Rp13 triliun, namun itu baru personal. Nanti akan dibuat usulan tertulis kepada Presiden. Kita akan mengusulkan lagi,” ujar Doddy, dikutip dari Antara, Selasa (9/11/2025).
Menurutnya, usulan Rp13 triliun tersebut dibutuhkan untuk menangani kerusakan infrastruktur secara menyeluruh.
Doddy menjelaskan bahwa tim Kementerian PU telah memantau berbagai lokasi terdampak seperti Malalak di Kabupaten Agam, serta kawasan Lembah Anai, Malalo, dan Sumpur di Kabupaten Tanah Datar.
Setelah melakukan tinjauan lapangan, pemerintah memastikan percepatan rekonstruksi akan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Pokoknya kita akan bereskan semua infrastruktur yang terdampak dan sesuai arahan Presiden Prabowo akan dikerjakan ulang oleh pemerintah pusat,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menambahkan bahwa Kementerian PU sudah menyelesaikan pendataan kerusakan infrastruktur di Sumbar, mulai dari jalan nasional, provinsi, hingga perkotaan. Kerusakan irigasi, gedung perkantoran, sekolah, madrasah, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas umum juga masuk dalam perhitungan total kebutuhan dana yang mencapai Rp13 triliun.
“Jadi didata oleh Kementerian PU, sudah dihitung sebesar Rp13 triliun dan ini sudah disampaikan ke Presiden,” kata Andre.
Ia berharap usulan tersebut segera disetujui sehingga rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dilakukan secepat mungkin. Andre juga memastikan bahwa pengajuan Rp13 triliun ini tidak akan mengganggu proyek yang saat ini sedang berjalan di Sumbar.
“Tidak usah khawatir karena anggaran yang sudah berjalan itu tidak ada pemotongan. Anggaran rutin maupun pembangunan yang lain tetap jalan,” tambahnya.
Dengan pengajuan Rp13 triliun ini, pemerintah menargetkan penanganan cepat terhadap kerusakan pascabencana demi mengembalikan aktivitas masyarakat serta meningkatkan kesiapan infrastruktur Sumbar ke depan. (Antara)
Berita Terkait
-
Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk
-
Banjir Bandang Solok, Tito Pastikan Jalan Solok-Padang Kembali Normal
-
150 KK Terdampak Banjir Bandang Tanggamus, Puluhan Rumah dan Lahan Warga Rusak
-
Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia
-
Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up
-
Hak Jawab dan Koreksi Kuasa Hukum Dona Ayu soal Eksekusi dan Laporan Polisi PN Padang
-
Dari Lensa ke Cerita, BRI inFrame 2026 Potret Bakal Hadirkan Gerak Ekonomi Kerakyatan
-
Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas