-
Video hiu di banjir Sumatera Barat terbukti rekayasa AI.
-
Tidak ada laporan resmi soal kemunculan hiu saat banjir.
-
Warga diminta waspada dan memverifikasi konten yang tidak wajar.
SuaraSumbar.id - Beredar video yang menampilkan seekor hiu berenang saat bencana banjir melanda Sumatera Barat (Sumbar). Video itu pun viral di media sosial.
Dalam video berdurasi delapan detik itu, tampak seorang reporter tengah melaporkan banjir besar dari atas perahu karet, sementara di belakangnya terlihat sirip hiu muncul dari genangan air.
“Alamat Ada HiU Nyasar di Banjir Besar” begitu narasi yang beredar.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Dari penelusuran tim Cek Fakta Antara, tidak ada bukti yang menguatkan klaim tersebut. Temuan pemeriksaan menunjukkan bahwa video hiu di banjir Sumbar itu bukan rekaman asli dari lokasi kebencanaan.
Pemeriksaan melalui AI Detector Hive Moderation memperlihatkan bahwa video tersebut teridentifikasi 99,9 persen sebagai rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Selain hasil deteksi tersebut, hingga kini tidak ditemukan laporan resmi dari pemerintah daerah, BPBD, maupun aparat terkait mengenai keberadaan hiu yang muncul di area banjir di Sumatera Barat. Seluruh indikasi mengarah pada kesimpulan bahwa konten tersebut tidak nyata.
Konten manipulatif berbasis teknologi AI memang semakin sering muncul terutama pada momentum bencana alam. Banyak dari video tersebut sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik, meskipun tidak menggambarkan kondisi di lapangan.
Fenomena ini membuat masyarakat lebih sulit membedakan antara dokumentasi asli dan hasil rekayasa digital.
Kesimpulan
Video hiu di banjir Sumbar merupakan informasi hoaks. Masyarakat diingatkan untuk tetap kritis dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau membagikan kembali konten yang tampak tidak wajar.
Berita Terkait
-
Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya
-
Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba
-
Kemenkeu Tegaskan Kabar Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Adalah Hoaks
-
AI Bikin Hoaks Makin Meyakinkan, Nezar Patria: Batas Realitas Jadi Kabur
-
Berita Hoaks, Nama Menkeu Suahasil Nazara Disebut dalam Isu Korupsi Rp500 Triliun
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi