- Kabupaten Agam memiliki dua sumber energi panas bumi di Maninjau dan Marapi.
- Pemerintah daerah aktif mencari investor untuk mengembangkan potensi energi panas bumi.
- Agam juga memiliki potensi besar di sektor peternakan, pertanian, perikanan, dan pariwisata.
SuaraSumbar.id - Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), memiliki dua lokasi energi panas bumi yang bisa dikembangkan, dengan daya di atas 25 megawatt.
"Energi panas bumi itu berpotensi di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya dan Marapi, Kecamatan Sungai Pua," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Agam Agusnadi, melansir Antara, Minggu 9 November 2025.
Energi panas bumi di Maninjau itu dengan daya 25 megawatt dan di Marapi dengan daya 50 megawatt.
Potensi ini bisa dikembangkan dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Agam terus mencari investor untuk berinvestasi di daerah itu.
"Potensi ini telah kita promosikan melalui website, media sosial dan lainnya, agar investor mau berinvestasi untuk mengembangkan potensi itu," ujarnya.
Untuk potensi usaha bidang peternakan sapi berada di Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung dan Ampek Nagari. Peternakan kambing di Kecamatan Lubuk Basung, Palupuh dan Baso.
Sementara potensi usaha bidang pertanian di Kecamatan Lubuk Basung, Palembayan dan Tanjung Raya. Jagung berpotensi di Kecamatan Ampek Nagari, Lubuk Basung dan Palembayan.
Perkebunan berpotensi di Kecamatan Lubuk Basung, Ampek Nagari dan Tanjung Mutiara. Kelapa berpotensi di Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara.
Sedangkan bidang perikanan budidaya berpotensi di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya dan Tanjung Mutiara. Pariwisata berpotensi di Kecamatan Matur, Tanjung Mutiara dan Tanjung Raya.
"Ini peluang investasi yang bisa dikembangkan kedepannya. Siapa yang mau berinvestasi, Pemkab Agam bakal memberikan kemudahan kepada investor dan termasuk insentif pajak maupun keringanan retribusi sesuai Perbub 5 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif Fiskal," katanya.
Berita Terkait
-
Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia
-
Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara
-
Tradisi Turun-Temurun Maniliak Bulan Iringi Awal Puasa Jamaah Syattariyah
-
Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
-
Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Bandara Internasional Minangkabau Layani 33 Penerbangan Sehari, Didominasi Rute Jakarta
-
Rekayasa Arus Sumbar-Riau Diperpanjang hingga Malam Ini, Polisi Fokus Antisipasi Lonjakan Arus Balik
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari