-
Klaim Puan bela koruptor ke Kejagung terbukti hoaks.
-
Puan Maharani tak pernah minta Kejagung lindungi koruptor, itu hoaks.
-
TurnBackHoax pastikan unggahan soal Puan Maharani dan koruptor palsu.
SuaraSumbar.id - Sebuah postingan viral di Facebook menarasikan bahwa Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) agar tidak “menzalimi koruptor” dan tetap memikirkan kesejahteraan mereka.
Narasi itu disebarkan akun Facebook bernama @Kevin Hy. Dia membagikan foto Puan Maharani disertai narasi berbunyi:
“Puan: Koruptor juga manusia. DPR minta Kejagung untuk tidak mendzolimi koruptor, dan harus pikirkan kesejahteraannya meskipun mereka korupsi, mereka juga manusia.”
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax dengan mengetikkan kata kunci “Puan ke Kejagung: Negara tidak boleh menzalimi koruptor” di mesin pencarian Google, tidak ditemukan satu pun berita resmi dari media kredibel yang memuat pernyataan tersebut.
Selanjutnya, tim Cek Fakta menelusuri gambar Puan Maharani yang digunakan dalam unggahan itu menggunakan Google Lens. Hasil pencarian menunjukkan bahwa foto tersebut diambil dari pemberitaan antaranews.com berjudul “Puan sebut ada kejutan saat HUT ke-50 PDIP, soal Capres-Cawapres?” yang tayang pada Januari 2023.
Konteks asli foto tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan isu korupsi atau Kejagung, melainkan saat Puan membahas persiapan pengumuman pasangan capres-cawapres dari PDIP untuk Pilpres 2024.
Kesimpulan
Klaim bahwa Puan Maharani meminta Kejagung tidak menzalimi koruptor adalah konten palsu (fabricated content) atau informasi hoaks. Publik diimbau agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa memeriksa sumbernya terlebih dahulu.
Berita Terkait
-
HNW Sebut Pramono Punya 'Jalur Tol' Puan Maharani untuk Cairkan DBH Jakarta
-
Kronologi Korwil BGN Kayong Utara Viral Hingga Dimutasi ke Papua
-
Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Pedagang Martabak Mini Tertidur Saat Jualan, Tas Berisi Uang hingga Kado Anak Dicuri
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Jambi
-
Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
-
Dari Pekerja Migran ke Pengusaha, BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Bisnis
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Hore! Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho, Hasil Program Rehabilitasi Kemenhut