-
BNPB wajibkan daerah rutin lakukan simulasi kesiapsiagaan bencana nasional.
-
Padang siap gelar Tsunami Drill 2025 untuk tingkatkan kesadaran masyarakat.
-
Latihan evakuasi dan kolaborasi warga jadi kunci mitigasi bencana alam.
SuaraSumbar.id - BNPB menegaskan pentingnya simulasi kesiapsiagaan bencana secara rutin bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap langkah penyelamatan diri ketika bencana alam terjadi.
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, mengatakan pemerintah daerah wajib melaksanakan kegiatan simulasi dan penyebaran informasi kebencanaan secara berkala.
Langkah ini menjadi upaya nyata dalam membangun budaya tangguh bencana di tengah masyarakat. “Pemerintah daerah harus melaksanakan kegiatan simulasi dan memberikan informasi secara rutin agar masyarakat paham langkah penyelamatan,” ujar Rustian, dikutip dari Antara, Selasa (28/10/2025).
Rustian mengatakan bahwa kesadaran dan kesiapsiagaan bencana perlu diperkuat karena Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik atau ring of fire.
Dengan kondisi tersebut, berbagai ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga gunung meletus dapat terjadi kapan saja.
Menurutnya, latihan bersama antara masyarakat dan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan jalur dan lokasi evakuasi berfungsi optimal.
“Sebagian besar masyarakat tinggal di zona merah sehingga butuh kolaborasi bersama demi memastikan keselamatan warga merupakan hukum tertinggi,” tegas Rustian.
Ia juga mengingatkan, gempa bumi dapat memicu tsunami dan bencana lain yang berpotensi mematikan. Karena hingga kini belum ada alat yang mampu mendeteksi bencana secara langsung, maka latihan dan edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mitigasi risiko.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemerintah daerah tengah mematangkan persiapan kegiatan Tsunami Drill 2025 yang akan digelar pada 5 November mendatang. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan terburuk.
“Kami berharap partisipasi semua pihak agar simulasi berjalan sukses tanpa kecelakaan,” ujar Fadly.
Lewat kerja sama antara BNPB, Pemerintah Kota Padang, dan masyarakat, kegiatan Drill Tsunami 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam di masa depan.
Berita Terkait
-
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
-
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah
-
Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung
-
Penyintas Banjir dan Longsor di Aceh Mulai Bangkit Sambut Idul Fitri
-
Semangat Baru Anak Pidie Jaya Lewat Program Jagoan Baca
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Bandara Internasional Minangkabau Layani 33 Penerbangan Sehari, Didominasi Rute Jakarta
-
Rekayasa Arus Sumbar-Riau Diperpanjang hingga Malam Ini, Polisi Fokus Antisipasi Lonjakan Arus Balik
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari