-
KKP percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sumbar.
-
Proyek Rp 40 miliar ditarget selesai akhir tahun 2025.
-
Serap 100 tenaga kerja lokal, dorong ekonomi pesisir berkelanjutan.
SuaraSumbar.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I di 65 lokasi seluruh Indonesia.
Proyek strategis ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025, termasuk di dua titik di Sumatera Barat (Sumbar) yang kini progresnya telah mencapai 15 persen.
Di Sumbar, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan di Desa Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, serta di Desa Padang Sarai, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.
Dua lokasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir melalui pengembangan infrastruktur perikanan dan peningkatan kesejahteraan nelayan.
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi, Doni Ismanto Darwin, menyampaikan bahwa pembangunan di dua lokasi tersebut berjalan sesuai rencana dan terus diawasi agar sesuai dengan target waktu dan kualitas.
“Targetnya akhir tahun pembangunan sudah selesai dilakukan,” ujar Doni, dikutip dari Antara, Sabtu (18/10/2025).
KKP menyiapkan anggaran lebih dari Rp40 miliar untuk pelaksanaan program di dua lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Sumatera Barat.
Menurut Doni, pembangunan terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu konstruksi bangunan, sarana prasarana rantai dingin, serta sarana penangkapan ikan. Saat ini, pekerjaan masih fokus pada tahap konstruksi.
Fasilitas yang dibangun mencakup tambatan perahu, bangunan sentral kuliner, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBUN), shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portable, kios perbekalan, kantor, toilet umum, dan tangki air.
Selain itu, akan dibangun pula tempat pembuangan sampah, pos jaga, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), saluran dan jalan lingkungan, gerbang kawasan, bengkel, gudang beku portable, sarana pasca panen, bale nelayan, hingga penerangan kawasan.
Ketua Pelaksana KNMP, Trian Yunanda, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperlancar pelaksanaan program. Ia mengingatkan agar koordinasi diperkuat untuk mencegah potensi kesalahpahaman, seperti yang sempat terjadi di Gorontalo.
Lebih lanjut, Trian menyebutkan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sumatera Barat juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Saat ini lebih dari 100 warga lokal bekerja di dua lokasi KNMP Sumbar, sebagai tukang, pembantu tukang, hingga operator alat berat. Nantinya waktu pekerjaan ditambah, dibagi dalam tiga shift sehingga progres pembangunannya signifikan,” katanya.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nelayan sekaligus menjadi model pengembangan kawasan pesisir berkelanjutan di Indonesia.
Berita Terkait
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
-
BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
-
Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial