-
Kehamilan di usia remaja berisiko tinggi bagi ibu dan janin.
-
Risiko meliputi komplikasi kehamilan, preeklamsia, anemia, dan BBLR.
-
Perawatan prenatal dini dan dukungan keluarga penting untuk keselamatan.
SuaraSumbar.id - Kehamilan di usia remaja dinilai berisiko tinggi oleh para ahli medis. Bahkan, kehamilan di usia 19 tahun ke bawah dapat memicu berbagai komplikasi kehamilan yang membahayakan keselamatan ibu maupun janin.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas lulusan Universitas Indonesia, dr. Upik Anggraheni, mengatakan bahwa usia 19 tahun masih tergolong remaja. Sebab, kondisi fisik dan kesehatan reproduksi belum mencapai kematangan optimal untuk menjalani proses kehamilan serta persalinan dengan risiko minimal.
Meski organ reproduksi sudah aktif ditandai dengan menstruasi, struktur tubuh seperti tulang panggul belum sepenuhnya berkembang.
“Tulang panggul termasuk tulang belakang dan tulang ekor masih bisa mengalami pertumbuhan hingga usia 20–21 tahun. Panggul yang belum berkembang sepenuhnya berisiko menyebabkan Disproporsi Sefalopelvik (CPD), yaitu ketidaksesuaian antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu. Kondisi ini dapat menyebabkan persalinan lama dan meningkatkan kebutuhan untuk operasi sesar,” ujar Upik, Jumat (17/10/2025).
Upik menjelaskan bahwa di bawah usia 20 tahun, organ reproduksi seperti rahim dan ovarium belum mencapai fungsi optimal karena belum matangnya poros hipotalamus, hipofisis-ovarium, sistem penting dalam pengaturan reproduksi wanita. Hal ini membuat kehamilan remaja cenderung berisiko lebih tinggi dibanding usia ideal 20–35 tahun.
Selain itu, tekanan darah tinggi pada kehamilan di usia muda juga sering terjadi dan dapat berkembang menjadi preeklamsia, yaitu kondisi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ seperti ginjal.
“Preeklamsia merupakan kondisi serius yang mengancam nyawa ibu dan janin,” tegas Upik.
Remaja juga sering kali kekurangan cadangan nutrisi, terutama zat besi, akibat kurangnya pengetahuan gizi. Padahal, anemia pada ibu hamil bisa berakibat fatal.
“Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan perdarahan pascapersalinan,” jelasnya.
Tak hanya bagi ibu, bayi yang lahir dari kehamilan di usia remaja juga berisiko mengalami berat badan lahir rendah (BBLR), gangguan pernapasan, hingga masalah perkembangan jangka panjang.
“Bayi dari ibu remaja lebih rentan mengalami BBLR atau berat kurang dari 2.500 gram saat lahir. Kondisi ini sering kali membutuhkan perawatan intensif di NICU,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Upik menyarankan agar remaja yang mengalami kehamilan segera mendapatkan perawatan prenatal dini dan rutin.
Pemeriksaan USG berkala, edukasi nutrisi, serta dukungan emosional dan finansial dari keluarga sangat penting untuk memastikan keselamatan ibu dan janin.
Ia menegaskan, kehamilan di usia remaja harus mendapatkan perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang pada kesehatan ibu maupun anak. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You
-
Detik-detik Militer Israel Tembak Remaja Palestina di Gedung PBB, Netanyahu Bilang Itu Sah
-
9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Gentle untuk Remaja
-
BNI Hadirkan wondrZ, Dorong Anak dan Remaja Belajar Mengelola Keuangan Sejak Dini
-
3 Rekomendasi Bedak Emina untuk Remaja dan Anak Sekolah, Ringan Bikin Wajah Fresh
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia