- Google menyimpan kata kunci terlarang yang memunculkan konten mengerikan.
- SafeSearch membantu cegah munculnya malware dan konten berbahaya di pencarian.
- DuckDuckGo diblokir Indonesia karena konten pornografi dan perjudian online.
SuaraSumbar.id - Mesin pencarian Google memang dirancang demi memudahkan akses informasi, namun tidak semua pembicaraan di internet aman dan layak.
Beberapa kata kunci justru dikenal sebagai kata kunci terlarang, karena ketika dicari, bisa memunculkan konten mengerikan, visual tidak senonoh, atau bahkan risiko keamanan siber.
Sedikitnya, ada 10 kata kunci utama yang sebaiknya dihindari saat mencari di Google agar tidak tersangkut pengalaman tak menyenangkan atau traumatis.
Beberapa kata kunci yang “terlarang” ini sudah menyebar luas di internet dan sempat diperbincangkan oleh platform media asing.
Berikut beberapa kata kunci "terlarang" dikutip dari berbagai sumber.
1. Shovel Dog — pencarian ini umumnya menampilkan gambar anjing dipukuli dengan sekop.
2. Mouth Larva — salah ketik dari moth larva, tetapi bisa memunculkan larva di mulut manusia atau hewan.
3. Harlequin Ichthyosis — kondisi medis langka yang membrikan visual citra kulit bayi yang ekstrem.
4. Things People Have Found in Fast Food — sering memicu konfrontasi berupa benda asing di makanan cepat saji.
5. Crushed by an Elevator — menampilkan kecelakaan manusia yang terjepit lift.
6. N-word — istilah yang sensitif dan bisa memicu konten rasis.
7. Belly Button Bugs — hasil pencarian menggambarkan infeksi atau serangga di pusar.
8. Blue Waffle — tampak seperti makanan, tapi memunculkan konten alat reproduksi yang terinfeksi.
9. Goatse — visual vulgar ekstrem yang mengguncang indera.
10. Fournier — mengacu pada infeksi bakteri serius yang menampilkan citra tubuh manusia di area intim.
Berita Terkait
-
Telkomsel Jaga Konektivitas Flores Usai Gempa, Paket Darurat Rp1 Jadi Andalan Warga
-
DeepTalk: Setelah Putusan MK, Harga Paket Kuota Internet Bakal Naik
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Teknologi Masif, Bagaimana Radio Jadi Wadah Aspirasi dan Apresiasi HUT RI?
-
DeepTalk | Putusan MK Bukan Larang Kuota Hangus, Provider Harus Apa?
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
- Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia
-
Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM
-
IHR Merdeka Cup dan Sarga Festival Hadir di Sumatera Barat, Rayakan Semangat HUT ke-81 RI