Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah mengirim surat ke DPR RI terkait pengajuan nama calon pengganti Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Desakan untuk mengganti Listyo Sigit semakin menguat pasca insiden kematian Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan aparat kepolisian.
Tragedi tersebut memicu gelombang protes besar-besaran di Jakarta dan sejumlah daerah, yang berujung pada kericuhan dan menelan korban jiwa yang tak sedikit.
Selain korban meninggal, banyak demonstran dilaporkan masih ditahan di kantor polisi. Beberapa di antaranya bahkan mengaku mengalami penyiksaan fisik.
Di tengah situasi duka tersebut, langkah Kapolri memimpin upacara kenaikan pangkat bagi polisi yang terluka saat mengamankan aksi justru menuai amarah publik.
Situasi ini membuat isu pergantian Kapolri semakin kuat bergema, baik di media sosial maupun kalangan politik. Informasi yang beredar menyebutkan, Istana telah mengajukan dua nama calon Kapolri baru berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) ke DPR RI.
Nama pertama yang muncul adalah Komjen Suyudi Ario Seto, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Suyudi digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat yang bisa menggantikan Listyo Sigit.
Selain Suyudi, nama Komjen Dedi Prasetyo juga masuk dalam bursa. Berdasarkan Surat Telegram Nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025, tertanggal 5 Agustus 2025, Dedi baru saja ditunjuk sebagai Wakapolri oleh Jenderal Listyo. Posisinya yang strategis dinilai memperbesar peluangnya menjadi pengganti Kapolri.
Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana. Informasi yang berkembang di kalangan wartawan menyebutkan, pengumuman resmi terkait sosok pengganti Kapolri akan dilakukan akhir pekan ini atau awal pekan depan.
Jika benar keputusan pergantian ini segera diumumkan, maka publik tinggal menunggu siapa yang akhirnya dipilih Prabowo sebagai Kapolri baru: Komjen Suyudi Ario Seto atau Komjen Dedi Prasetyo.
Berita Terkait
-
Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon
-
Giliran Akademisi Kena Serang Presiden Prabowo: Masyarakat Jangan Mau Dicuci Otak
-
Prabowo Pekik Tiga Kali 'Free Palestine', Lalu Peluk Hangat Dubes Palestina di Gontor
-
Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?
-
Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Sidang Yogi Gilang Arya: Internet Jadi Kasus Hukum Justru Dipakai Polres Mentawai
-
BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo