SuaraSumbar.id - Dua orang jemaah haji asal Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi.
Mereka wafat saat menunaikan ibadah haji pada musim haji 1446 Hijriah. Informasi itu disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanah Datar, Dafrizon.
Menurutnya, kedua jemaah yang wafat merupakan bagian dari Kloter 6 Embarkasi Padang.
“Haji pertama yang meninggal adalah Yuldenis Suhar Mali, usia 58 tahun. Beliau wafat pada Rabu (4/6/2025) pukul 20.30 Waktu Arab Saudi dan dirawat di Rumah Sakit Nasional Arab (RSNA),” jelas Dafrizon.
Kemudian, jemaah kedua atas nama Syahfiar binti Duya (84), warga Kayu Tanduak Aia Angek, Kecamatan X Koto, dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (11/6/2025) pukul 23.30 Waktu Arab Saudi di Rumah Sakit Al Noor, Makkah Al-Mukarramah.
Jemaah haji Tanah Datar tahun ini tergabung dalam Kloter 6 Embarkasi Padang, yang diberangkatkan pada akhir Mei 2025 lalu bersama jemaah lain dari beberapa kabupaten di Sumatera Barat.
Dafrizon menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya kedua jemaah tersebut.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, mengampuni segala dosa, menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya, serta mengganjar mereka dengan haji yang mabrur dan husnul khatimah,” ujarnya.
6 Jemaah Haji Embarkasi Padang Meninggal di Tanah Suci
Sebelumnya, diberitakan bahwa sebanyak enam orang jemaah haji Embarkasi Padang meninggal dunia selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Mekah, pada musim haji 1446 Hijriah.
Informasi itu disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat (Sumbar), Rifki, dalam konferensi pers yang digelar di Padang, Selasa (10/6/2025).
Menurut Rifki, total enam jemaah haji yang wafat terdiri dari tiga orang asal Provinsi Sumatera Barat dan tiga orang lainnya berasal dari Provinsi Bengkulu.
Mereka merupakan bagian dari jemaah haji Embarkasi Padang, yang tahun ini memberangkatkan lebih dari 6.000 jamaah ke Tanah Suci.
“Hingga hari ini ada enam jemaah haji asal Embarkasi Haji Padang yang wafat di Tanah Suci,” kata Rifki.
Berdasarkan data resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, jemaah dari Bengkulu Selatan yang wafat bernama Saidun Basirun Sena (76).
Dia meninggal dunia pada Rabu (14/5/2025) pukul 14.15 WAS di Rumah Sakit King Salman, Madinah.
Pada hari yang sama, Syahrul Hadi Salna (70) dari Kabupaten Lebong, Bengkulu, wafat pukul 19.15 WAS di kamar hotelnya di Madinah.
Sementara Aidi Madri Umar (65), wafat pada Ahad (18/5/2025) pukul 03.45 WAS di Hotel Al Hassan, Makkah. Dia juga dari Bengkulu.
Tiga jemaah haji asal Sumbar yang wafat adalah Dayan Abu Bakar (80) dari Kabupaten Dharmasraya yang tergabung dalam kloter 11. Ia ditemukan meninggal pada 3 Juni 2025 di hotel transit Safari Wukuf, Assila Muzdalifah.
Kemudian, Nurleni Muhamad Ni (83) asal Kota Pariaman, yang wafat pada 25 Mei di sebuah hotel. Satu lagi, Yuldenis Suhar Mali (58) asal Tanah Datar, meninggal pada 4 Juni 2025 di Rumah Sakit Nasional Arab (RSNA), Mekah.
Meski duka mendalam menyelimuti, Rifki menyampaikan bahwa secara umum jumlah kematian jemaah haji Sumbar dan Bengkulu tahun ini tergolong sedikit dibanding tahun sebelumnya.
"Kalau kita lihat dan bandingkan dari musim haji tahun lalu, jumlah jemaah yang wafat tahun ini sangat sedikit," ungkap Rifki.
Menurutnya, hal ini tidak lepas dari pelaksanaan seleksi istithaah atau prosedur penilaian kesehatan dan kesiapan fisik calon jamaah yang dilakukan lebih ketat dan transparan. Istithaah menjadi syarat utama sebelum seseorang diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Yang pasti kita berduka, enam jemaah haji Embarkasi Padang wafat. Akan tetapi, setelah melewati puncak haji, jumlah yang meninggal ini termasuk sedikit karena sebelumnya bisa belasan orang,” tambah Rifki.
Ia mengungkapkan, banyak calon jemaah haji asal Sumatera Barat yang sebelumnya memohon bantuan agar diloloskan meski kondisi fisik belum sepenuhnya memenuhi syarat istithaah.
Namun, kebijakan tegas tetap diberlakukan demi menjamin keselamatan jemaah di Arab Saudi.
“Dalam proses istithaah, memang ada calon jemaah yang minta dibantu agar bisa berangkat. Tapi hal itu tidak kita lakukan karena menyangkut keselamatan mereka sendiri di Tanah Suci,” jelas Rifki yang juga menjabat sebagai Sekretaris PPIH Embarkasi Padang.
Sebagai informasi, tahun ini total jemaah haji dari Embarkasi Padang mencapai lebih dari 6.000 orang, terdiri dari jamaah asal Sumatera Barat dan Bengkulu.
Jemaah diberangkatkan dalam 15 kloter menggunakan penerbangan Garuda Indonesia melalui Bandara Internasional Minangkabau.
Hingga saat ini, seluruh jamaah yang tersisa di Tanah Suci sedang menanti jadwal pemulangan ke Tanah Air.
Kloter pertama dijadwalkan tiba pada 12 Juni 2025 dan akan langsung diarahkan ke Asrama Haji Tabing, Padang, untuk proses transit dan kepulangan ke daerah masing-masing.
Dengan adanya prosedur seleksi kesehatan yang semakin ketat serta koordinasi lintas instansi yang lebih baik, diharapkan risiko kematian jamaah haji bisa terus ditekan pada musim-musim haji berikutnya.
Kemenag Sumbar terus melakukan evaluasi dan penguatan pelayanan menyeluruh kepada seluruh jamaah agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan aman. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
Terkini
-
Promo Spesial BRI Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Dituduh Lecehkan Polwan, Kuasa Hukum AKBP F Ungkap Sejumlah Kejanggalan
-
Kehilangan Kendali Saat Mendahului, Mahasiswa Asal Pekanbaru Tewas di Lima Puluh Kota
-
Dibantu Warga, Kemenhut Berhasil Tangkap Harimau Sumatera Dekat Sekolah di Agam
-
Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri