“Saya memang serius sejak awal membuat rendang. Nama Rendang Asese itu berasal dari merek toko material orang tua dan saya patenkan sejak memulai usaha agar kelak tidak bermasalah setelah dikenal banyak orang,” tutur Eva.
Di awal merintis, ia hanya memproduksi rendang paru kering khas Payakumbuh. Tapi karena permintaan terus meningkat dan bahan paru kadang sulit diperoleh, ia menambah varian daging. Hari demi hari, permintaan pun terus mengalir.
“Rendang paru sudah laris sejak awal. Tapi karena bahan bakunya (paru) sulit, saya tambah jenis produk rendang daging agar ada pilihan pembeli juga,” ucapnya.
Eva percaya tidak ada rahasia besar dalam resep rendang. Ia mengandalkan cita rasa khas Payakumbuh yang telah dipelajarinya sejak remaja. Hobi memasak sejak gadis dan pengalaman membantu usaha katering keluarga menjadi pondasi rasa yang kini dikenal di seantero negeri.
“Resep rendang hampir sama saja. Kami berupaya menyesuaikan dengan lidah nusantara karena pasarnya mayoritas ke pulau Jawa,” katanya.
Bisnisnya terus berkembang. Tidak hanya rendang daging, kini ada rendang suir, ikan tuna, ayam, lokan, belut hingga jengkol. Bahkan ditambah produk pelengkap seperti dendeng, keripik hingga serundeng. Semua berlabel Rendang Asese.
“Ada 8 produk utama Rendang Asese itu. Kami tambah juga dengan dendeng lambok, kering, batokok sampai keripik dan serundeng,” ujar Eva.
Dulu hanya seorang diri, kini Eva telah memiliki sekitar 40 karyawan yang bekerja dalam sistem shift. Produksi yang dulunya hanya 10 kilogram per hari, kini meningkat menjadi 100 kilogram setiap harinya.
“Sejak 2014 penjualan naik dan Alhamdulillah terus bertahan. Itu yang menghidupi puluhan orang karyawan saya,” katanya.
Tidak hanya soal rasa, Eva juga memastikan produknya higienis dan memenuhi standar keamanan pangan internasional. Rendang Asese bahkan tercatat sebagai usaha rendang pertama di Sumatera Barat yang menerapkan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
“Usaha saya dapat sertifikat dari Kementerian Koperasi tahun 2014 lalu. Jadi soal higienis sudah jelas berstandar internasional,” tegasnya.
Yang membuat Eva bersyukur, Shopee telah menjadi pilar penting dalam distribusi rendangnya. Semua produk Rendang Asese kini tersedia di e-commerce itu, yang secara tidak langsung mempercepat perjalanannya ke seluruh Nusantara.
"Kalau mau pesan online, tinggal lihat Shopee. Lengkap produk dan harganya," katanya.
Menurutnya, pelaku UMKM memilih jualan di Shopee karena platform ini menawarkan berbagai kemudahan dan keuntungan, terutama dalam hal jangkauan pasar yang luas dan sistem pembayaran yang beragam.
Shopee memiliki jutaan pengguna aktif di seluruh Indonesia, sehingga membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar tanpa harus memiliki toko fisik. Selain itu, sistemnya yang mudah digunakan membuat UMKM bisa langsung mengelola toko, produk, dan transaksi hanya dengan perangkat seluler.
Tag
Berita Terkait
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
5 Sunscreen di Shopee yang Lagi Diskon 50 Persen Lebih, Ada Skin1004 hingga Scora
-
2 Moisturizer OMG yang Ampuh Cerahkan Wajah Harga Rp20 Ribuan, Mana yang Lebih Baik?
-
5 Aroma Parfum Saff & Co Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Sehari-hari
-
Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
Kebakaran Hanguskan 15 Toko di Pasar Kayu Tanam Padang Pariaman