Kemenkumham Sumbar menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan barang masuk ke dalam Lapas. Selain itu, pihak Lapas Bukittinggi juga tengah diperiksa oleh tim internal dan eksternal untuk mengetahui celah keamanan yang dilanggar.
Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus penyalahgunaan zat kimia berbahaya di dalam lapas menunjukkan tren kenaikan sejak 2023. Salah satunya adalah pengolahan alkohol non-konsumsi menjadi miras ilegal yang sangat berisiko terhadap kesehatan.
Fenomena ini menjadi alarm serius bagi pengelolaan lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Sistem pengawasan dinilai perlu diperketat, baik dari sisi petugas maupun mekanisme distribusi barang-barang kimia ke dalam lapas.
Sementara itu, masyarakat dan keluarga korban berharap penyelidikan dapat berjalan transparan dan adil. Publik juga mendesak Kementerian Hukum dan HAM untuk menindak tegas pelaku yang terbukti lalai atau terlibat.
Kasus keracunan miras Lapas Bukittinggi menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan dan keselamatan warga binaan adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk aparat, pengelola lapas, serta pengawasan eksternal. (Antara)
Berita Terkait
-
Pesta Miras Oplosan Tewaskan 2 Napi, Legislator Demokrat Desak Kalapas Bukittinggi Dicopot!
-
Apotek Dilarang Bebas Jual Alkohol Murni
-
Pesta Miras Oplosan Berakhir Tragis, Empat Warga Bogor Meninggal Dunia
-
Catat! Ini 5 Bahaya Miras Oplosan, Salah Satunya Gangguan Penglihatan
-
Pensiunan Polisi Dalang Jual Miras Oplosan Maut di Subang, Ini Sosoknya
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia