SuaraSumbar.id - Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) membentuk tim gabungan khusus untuk menanggulangi aksi tawuran dan balap liar yang kerap meresahkan masyarakat Kota Padang.
Tim bentukan Polda Sumbar itu beranggotakan sebanyak 474 personel dari berbagai satuan kerja. Mereka akan beroperasi mulai 9 Januari 2025.
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Gupuh Setiyono mengatakan, tim tersebut akan menjalankan program Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) bertajuk “Anti Tawuran dan Balap Liar.” Langkah ini diambil untuk mengintensifkan patroli malam dan memberantas aksi-aksi yang mengganggu keamanan di wilayah tersebut.
“Tim gabungan sudah dibentuk kemarin, dan sekarang mereka akan langsung terjun ke lapangan untuk menangani maraknya tawuran dan balap liar di Padang,” ujar Gupuh, Jumat (10/1/2025).
Dalam konsolidasi dengan ratusan personel yang terlibat, Brigjen Gupuh menekankan pentingnya strategi, cara bertindak, serta target yang jelas.
Ia memastikan patroli rutin akan ditingkatkan intensitasnya selama satu bulan penuh. Tim ini juga akan menyasar titik-titik rawan tawuran dan balap liar di seluruh wilayah Kota Padang.
“Fokus tim ini adalah melaksanakan patroli rutin, pengawasan intensif, dan tindakan tegas terhadap para pelaku di lapangan,” tegasnya.
Ratusan personel yang tergabung dalam tim ini berasal dari berbagai satuan kerja, seperti Polda Sumbar, Satuan Brimob 032 Wirabraja, Satuan Lalu Lintas, Reserse Kriminal dan Khusus, Intelijen, serta Polresta Padang.
Mereka akan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengawasi lokasi rawan dan menindak para pelaku.
Menurut Gupuh, dua skema penindakan akan diterapkan dalam operasi ini, yaitu pendekatan lunak (soft approach) untuk pencegahan dan pendekatan keras (hard approach) untuk penindakan tegas.
“Ini bentuk komitmen kami untuk menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat,” katanya.
Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan menambahkan, aksi tawuran dan balap liar tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa, tetapi juga merusak tatanan sosial.
Atas dasar itu, keberadaan tim ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Kehadiran tim gabungan ini adalah langkah konkret untuk menciptakan ketertiban dan keamanan. Kami juga mengajak elemen masyarakat untuk bersinergi bersama memberantas tawuran dan balap liar ini,” ujar Dwi. (antara)
Berita Terkait
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Polisi Komentar Tak Berempati atas Meninggalnya Ojol Dilindas Barakuda, Berakhir Minta Maaf
-
Geger! Dirintelkam Polda Sumbar Acungkan Jari Tengah, 12 Massa Aksi Ditangkap
-
Profil dan Rekam Jejak Brigjen Gatot Tri Suryanta: Kapolda Sumbar Baru, Teman Satu Angkatan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
-
Bahaya! Obat Ini Picu Remaja Tawuran hingga Ketergantungan, Ini Penjelasan Dokter
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Tips Menyimpan Cabai Agar Tidak Cepat Busuk
-
Tip Memilih Sepatu Lari untuk Mengikuti Maraton
-
Libur Panjang 1-3 Mei 2026, KAI Sumbar Siapkan 23 Ribu Kursi Kereta Api Lokal
-
Menteri Pariwisata Dorong Perpanjangan Runway Bandara di Mentawai
-
Opini: Menelaah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma Pematangsiantar