SuaraSumbar.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sebanyak 1.076 kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut sepanjang 2024. Data itu merupakan hasil temuan hingga November 2024 dan diperkirakan masih akan bertambah di Desember.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pesisir Selatan, Erna Juita mengatakan, kasus-kasus ini terdeteksi melalui fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit.
“Kasus terbanyak ditemukan di RSUD M. Zein dengan 384 kasus, diikuti RS Bhakti Kesehatan Masyarakat sebanyak 151 kasus,” ujarnya, Rabu (18/12/2024).
Selain itu, beberapa puskesmas dengan angka kasus tinggi meliputi Puskesmas Air Haji (70 kasus), Puskesmas Balai Selasa (60 kasus), dan Puskesmas Kambang serta Surantih masing-masing mencatat 42 kasus. Total 23 puskesmas berkontribusi dalam deteksi 1.076 kasus TBC ini.
Dinkes Pesisir Selatan telah memulai pengobatan bagi seluruh penderita TBC yang terdeteksi.
“Keberhasilan pengobatan baru dapat dipantau pada 2025. Namun, pada 2023, tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Pesisir Selatan mencapai 90 persen,” katanya.
Selain itu, hingga November 2024, Dinkes Pesisir Selatan telah memeriksa 6.823 orang yang diduga mengidap TBC. Pemeriksaan melibatkan deteksi gejala seperti batuk berdahak selama lebih dari 14 hari, berat badan yang menurun drastis, keringat malam hari tanpa aktivitas, dan nafsu makan yang berkurang.
Erna menegaskan, masyarakat dengan gejala tersebut disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pada 2023, sebanyak 43 warga Pesisir Selatan meninggal dunia akibat TBC, menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius.
Untuk memutus rantai penularan, Dinkes Pesisir Selatan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita, hingga menjangkau dua puluh rumah di sekitar pasien. Selain itu, penggunaan masker dan kebersihan lingkungan menjadi fokus utama dalam pencegahan.
Menurutnya, imunisasi BCG bagi bayi, investigasi kontak, dan surveilans aktif di puskesmas serta rumah sakit menjadi langkah utama. Sosialisasi melalui media massa dan tatap muka dengan masyarakat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran.
Berita Terkait
-
Terpergok Mesum di Masjid, Pria Sesama Jenis Ini Langsung Digelandang Warga ke Kantor Polisi
-
Masih jadi Momok Warga Jakarta, Heru Budi: TBC Ini Seperti Kapal Selam...
-
Kasus TBC Anak di Indonesia Masih Ada, Ternyata Banyak yang Tidak Sadar Kalau Tertular?
-
Pesona Air Terjun Timbulun Pesisir Selatan, Surga Tersembunyi di Balik Hutan
-
Petualangan ala Film Jumanji di Jembatan Akar, Sumatera Barat
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
Terkini
-
Langkah Hebat Desa Wunut, Bagi-Bagi THR dan Sediakan Jaminan Sosial untuk Warga
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI
-
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!
-
Daftar 5 Ruas Tol Trans Sumatera Gratis Arus Balik Lebaran 2025, Tol Padang-Pekanbaru Paling Sibuk!