SuaraSumbar.id - DPRD Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kelanjutan sejumlah proyek strategis daerah yang hingga kini belum rampung.
Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar, Verry Mulyadi mengatakan, proyek-proyek seperti Tol Padang-Pekanbaru, Stadion Utama Sumbar, dan Gedung Kebudayaan sangat penting bagi perkembangan Ranah Minang.
"DPRD berkomitmen untuk mengawal penyelesaian proyek-proyek strategis daerah yang belum tuntas hingga sekarang," kata Verry Mulyadi, dikutip Kamis (24/10/2024).
Proyek Tol Padang-Pekanbaru, yang membentang sepanjang 254 kilometer, dipandang sangat vital untuk pertumbuhan ekonomi daerah. Apabila proyek ini rampung, diharapkan akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran arus barang dan jasa antara Sumatera Barat dan provinsi tetangga.
Selain itu, Stadion Utama Sumbar, yang dibangun sejak 2018 dan mampu menampung 40.000 penonton, akan mendukung pengembangan potensi olahraga di daerah ini.
“Kami akan memastikan kelanjutan pembangunan proyek-proyek ini, agar anggaran yang telah dihabiskan tidak sia-sia,” kata Verry.
Menurutnya, DPRD Sumbar segera melakukan lobi ke pemerintah pusat guna memastikan alokasi anggaran untuk proyek Tol Padang-Pekanbaru, Stadion Utama, dan Gedung Kebudayaan Sumbar.
Soal Gedung Kebudayaan Sumbar, Verry optimistis proyek tersebut bisa segera direalisasikan mengingat Menteri Kebudayaan di era pemerintahan Prabowo Subianto, Fadli Zon, merupakan putra asli Minangkabau. Keberadaan Fadli diharapkan bisa mempercepat kelanjutan proyek ini.
“Gedung Kebudayaan Sumbar memegang peran penting dalam menjaga dan mempromosikan budaya daerah,” ujar Verry.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Muzli M Nur, menegaskan bahwa Gubernur Sumbar periode 2024-2029 harus mampu memastikan ketersediaan anggaran, baik dari APBD maupun APBN, untuk kelanjutan proyek-proyek strategis ini.
"Proyek strategis seperti Tol Padang-Pekanbaru dan Stadion Utama Sumatera Barat harus segera dituntaskan demi kepentingan masyarakat," kata Muzli. (antara)
Berita Terkait
-
KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya
-
KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
-
Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap
-
Kepala LAB 45: Saat Ini Sedang Berlangsung Dwifungsi ABRI yang Halus, Tapi Sulit Dilawan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi