SuaraSumbar.id - Kantor Imigrasi Agam, Sumatera Barat (Sumbar), resmi mendeportasi dua warga negara asing (WNA) asal Norwegia dan Inggris yang sempat membuat keresahan di wilayah tersebut.
Kedua WNA ini dideportasi setelah mengaku sebagai nabi dan berencana membaiat Imam Mahdi. Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat itu viral hingga membuat warga resah.
Proses deportasi dilakukan pada Selasa (22/10/2024) oleh petugas Seksi Intelijen dan Penindakan (Inteldakim) Kantor Imigrasi Agam.
Kepala Kantor Imigrasi Agam, Budiman Hadiwasito mengatakan, kedua WNA tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, sebelum diterbangkan kembali ke negara asal mereka.
"Warga Norwegia dideportasi menggunakan Qatar Airways dengan tujuan Oslo, sedangkan warga Inggris diterbangkan ke London menggunakan maskapai yang sama," katanya.
Pendeportasian ini dilakukan sebagai bentuk tanggapan cepat terhadap laporan masyarakat dan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Pasaman Barat.
Kedua WNA dinilai telah melanggar Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang memungkinkan tindakan deportasi bagi orang asing yang meresahkan dan melanggar aturan.
Budiman menegaskan bahwa segala biaya yang timbul akibat deportasi ini, termasuk tiket pesawat, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kedua WNA tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Imigrasi Agam, serta mengapresiasi laporan cepat yang diberikan oleh masyarakat Pasaman Barat dan Tim Pora setempat.
Selain kedua WNA tersebut, istri dan anak-anak dari warga negara Inggris yang ikut dalam perjalanan juga dipulangkan secara mandiri.
Proses deportasi ini berlangsung lancar dan aman, sesuai dengan prinsip selektif policy keimigrasian yang hanya memperbolehkan orang asing yang tidak menimbulkan gangguan di Indonesia. (antara)
Berita Terkait
-
Viral Timeline Kiamat usai Amerika Serang Iran, 'Imam Mahdi' jadi Trending
-
Perang Iran-Israel dan Gema Nubuat Akhir Zaman: Benarkah Tanda Kemunculan Imam Mahdi Semakin Dekat?
-
Ada Gerhana Matahari 'Tanduk Setan' di Akhir Ramadhan, Benarkah Pertanda Imam Mahdi Segera Datang?
-
Tragedi Nia dan Lunturnya Falsafah 'Adat Basandi Syarak' di Ranah Minang
-
2 Gerhana di Bulan Ramadhan 2024 Tanda Kemunculan Imam Mahdi? Ternyata Ini yang Terjadi!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Rabu 25 Februari 2026, Kurangi Makanan Berminyak!
-
Jadwal Buka Puasa Bukittinggi Hari Ini, Berbukalah dengan yang Sehat!
-
Dilibas Bhayangkara 4-0, Pelatih Semen Padang: Pertandingan Lucu!
-
5 Lipstik Matte yang Tidak Bikin Bibir Kering, Tahan Lama dan Tetap Nyaman Dipakai Seharian
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Hari Ini, Rabu 25 Februari