SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengusulkan tradisi rakik-rakik di Danau Maninjau untuk dimasukkan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan serta menarik kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Agam, Dedi Asmar mengatakan, pengusulan rakik-rakik ke dalam program KEN diharapkan dapat memberikan stimulus pembiayaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"Jika mendapat stimulus, kegiatan ini dapat dihelat lebih meriah. Kami telah melakukan presentasi proposal KEN di hadapan kurator provinsi dan kini menunggu hasil seleksi untuk tahap kurasi terakhir," kata Dedi, Kamis (10/10/2024).
Tradisi rakik-rakik yang melibatkan atraksi rakit hias ini sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat sekitar Danau Maninjau sejak zaman penjajahan Belanda.
“Sejak masa itu, setiap jorong dan nagari atau desa membuat rakit dari bambu. Pertandingan suara dari rakit-rakit tersebut menjadi hiburan bagi para pemimpin Belanda,” jelasnya.
Dedi menambahkan bahwa rakit yang digunakan dalam tradisi ini dihias menyerupai bangunan tradisional Minangkabau dan masjid, serta dilengkapi dengan badia batuang. Biasanya, tradisi ini diselenggarakan untuk meramaikan bulan Syawal dan sudah terdaftar dalam kalender acara tahunan Kabupaten Agam.
"Saat ini, kapal tongkang juga digunakan dalam tradisi ini, mencerminkan semangat gotong royong masyarakat dalam proses pembuatan rakit dan pelaksanaan acara," ujarnya.
Tahun ini, hanya dua nagari yang menggelar rakik-rakik, yaitu Nagari Maninjau dan Tanjung Sani. Namun, jika proposal ini diterima KEN, Dedi berencana untuk melibatkan seluruh nagari di sekitar danau pada tahun mendatang.
Daerah salingka Danau Maninjau juga memiliki beragam atraksi budaya dan kesenian tradisional, seperti pacu biduak, talempong uwaik-uwaik, dan permainan tradisional lainnya.
"Kami menggelar berbagai kegiatan setiap tahun untuk mengenalkan potensi daerah, melestarikan budaya, serta kearifan lokal melalui festival seni budaya di salingka Danau Maninjau," pungkas Dedi. (antara)
Rakik-rakik sedang belayar di Danau Maninjau, Kabupaten Agam. [Dok.Antara]
Berita Terkait
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas
-
Detik-detik Warga Agam Bertemu Harimau Sumatera Saat Buru Babi, Tubuh Gemetar di Atas Pohon Setinggi 15 Meter!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Perbaikan Jalan Payakumbuh-Sitangkai Ditargetkan Selesai Juli 2026
-
11 Sayuran untuk Lalapan yang Bikin Makan Lebih Nikmat dan Sehat
-
Resep Ceker Tanpa Tulang Cabe Ijo, Pedas Gurih Bikin Nagih
-
Promo Indomaret 10 Mei 2026, Belanja Hemat untuk Stok Mingguan
-
Promo Alfamart 10 Mei 2026, Harga Minuman hingga Frozen Food Makin Murah