Riki Chandra
Kamis, 10 Oktober 2024 | 18:31 WIB
Warga Maninjau Agam memeriahkan takbiran dengan Tradisi Rakik-Rakik [ANTARA/Altas Maulana]

SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengusulkan tradisi rakik-rakik di Danau Maninjau untuk dimasukkan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan serta menarik kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Agam, Dedi Asmar mengatakan, pengusulan rakik-rakik ke dalam program KEN diharapkan dapat memberikan stimulus pembiayaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Jika mendapat stimulus, kegiatan ini dapat dihelat lebih meriah. Kami telah melakukan presentasi proposal KEN di hadapan kurator provinsi dan kini menunggu hasil seleksi untuk tahap kurasi terakhir," kata Dedi, Kamis (10/10/2024).

Tradisi rakik-rakik yang melibatkan atraksi rakit hias ini sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat sekitar Danau Maninjau sejak zaman penjajahan Belanda.

“Sejak masa itu, setiap jorong dan nagari atau desa membuat rakit dari bambu. Pertandingan suara dari rakit-rakit tersebut menjadi hiburan bagi para pemimpin Belanda,” jelasnya.

Dedi menambahkan bahwa rakit yang digunakan dalam tradisi ini dihias menyerupai bangunan tradisional Minangkabau dan masjid, serta dilengkapi dengan badia batuang. Biasanya, tradisi ini diselenggarakan untuk meramaikan bulan Syawal dan sudah terdaftar dalam kalender acara tahunan Kabupaten Agam.

"Saat ini, kapal tongkang juga digunakan dalam tradisi ini, mencerminkan semangat gotong royong masyarakat dalam proses pembuatan rakit dan pelaksanaan acara," ujarnya.

Tahun ini, hanya dua nagari yang menggelar rakik-rakik, yaitu Nagari Maninjau dan Tanjung Sani. Namun, jika proposal ini diterima KEN, Dedi berencana untuk melibatkan seluruh nagari di sekitar danau pada tahun mendatang.

Daerah salingka Danau Maninjau juga memiliki beragam atraksi budaya dan kesenian tradisional, seperti pacu biduak, talempong uwaik-uwaik, dan permainan tradisional lainnya.

"Kami menggelar berbagai kegiatan setiap tahun untuk mengenalkan potensi daerah, melestarikan budaya, serta kearifan lokal melalui festival seni budaya di salingka Danau Maninjau," pungkas Dedi. (antara)

Rakik-rakik sedang belayar di Danau Maninjau, Kabupaten Agam. [Dok.Antara]

Load More