SuaraSumbar.id - Pemerintah diminta untuk tetap memperhatikan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), agar tidak tergerus oleh proses pembangunan yang sedang dijalankan.
Anggota DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman menekankan pentingnya menjaga budaya lokal di tengah kemajuan infrastruktur.
"Saya tidak setuju jika kita membangun suatu daerah namun melupakan atau mengesampingkan kearifan lokal masyarakat," ujar Albert, dikutip dari Antara, Kamis (10/10/2024).
Pernyataan ini disampaikan terkait dengan keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI yang mencabut status Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai daerah tertinggal melalui SK Nomor 490 Tahun 2024.
Albert menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum di Mentawai, tidak boleh sampai menghilangkan nilai-nilai budaya Suku Mentawai.
"Pembangunan harus dilakukan dengan hati, selaras dengan kebutuhan dan potensi yang ada di Mentawai," lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.
Selain itu, pariwisata di Mentawai menjadi sektor unggulan yang diharapkan dapat dikembangkan lebih luas. Dikenal sebagai "Bumi Sikerei," Mentawai populer dengan wisata minat khusus seperti olahraga selancar ombak.
Albert juga menambahkan bahwa potensi kelautan, seperti budi daya lobster dan ikan kerapu, perlu dioptimalkan untuk kemajuan ekonomi jangka panjang.
Senada dengan Albert, Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi juga mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal setelah Mentawai tidak lagi menyandang status daerah tertinggal.
"Turis yang datang ke Mentawai tidak hanya tertarik dengan ombak, tetapi juga ingin melihat sesuatu yang berbeda, yaitu budaya kearifan lokal yang ada di Mentawai," ujar Medi.
Berita Terkait
-
Karapan Marmot, Tradisi Unik Penyambut Musim Kemarau di Lumajang
-
Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal
-
Meriahnya Adu Perahu Balumbo Biduk di Sungai Batang Asai
-
Presiden Prabowo Penuhi Permintaan Warga Aceh, Salurkan Bantuan Daging Meugang Sambut Idulfitri
-
Cerita Inspiratif - Desa Banyuanyar Smart Village yang Hidup dari Kearifan Lokal
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi