37 anggota kepolisian lalu menghambat aksi tawuran saat berada di Jembatan Kuranji. Sempat dihentikan namun tidak diindahkan, dikejar mereka memacu kendaraannya dengan mengacungkan sajamnya,
"Di video kami ada. Tidak rekayasa. Cara satu-satunya untuk menghambat tidak boleh dengan menembak, atau memukul dengan benda keras. Kecuali menjatuhkan mereka dari kendaraannya, itu sudah bagian dari tindakan yang tegas terukur daripada membunuh, melukai lawan," bebernya.
Suharyono mengatakan di saat Afif Maulana dan Aditia jatuh di Jembatan Kuranji, terjadi percakapan. Percakapan itu adalah ajakan Afif Maulana ke Aditia untuk meloncat dari atas jembatan.
"Enggak apa-apa saya sampaikan secara teknis, biar tidak salah paham. Bahasanya pakai bahasa Minang. Saya panggil ahli bahasa. Dalam bahasa Indonesianya adalah saat keduanya jatuh dari sepeda motornya, Afif Maulana mengajak Aditia untuk meloncat melarikan diri dari tangkapan polisi," kata dia.
"Kalimatnya adalah dalam bahasa Indonesianya: Kak, kita meloncat saja. Kita melarikan saja. Aditia yang diajak bicara, jangan meloncat, jangan meloncat. Kita menyerahkan diri saja ke polisi. Jawaban Aditia. Yakin ada percakapan, jaraknya hanya tiga meter," ujar Suharyono.
Ia menjelaskan polisi yang menjatuhkan Afif Maulana dan Aditia dari kendaraan tetap melaju ke depan menangkap pelaku tawuran lainnya. Sehingga percakapan itu hanya berlangsung tidak sampai tiga puluh detik.
"Di saat Aditia mencari handphonenya yang hilang, membelakangi Afif, ditengoknya Afif sudah tidak ada di belakangnya. Di saat itu, polisi sweeper di belakang menangkap Aditia tanpa melihat Afif Maulana," ucapnya.
Muncul Video Seolah-olah Afif Maulana Ditangkap
Suharyono mengatakan dalam kasus ini lalu muncul video yang disamarkan seolah-olah Afif Maulana ditangkap. Padahal, Afif Maulana tidak ada ditangkap di atas jembatan.
"Tidak ada. Karena sesaat ditangkap, Aditia melaporkan kepada polisi yang menangkap, namanya brigadir tri, sudah kami BAP juga bahwa. Pak, tadi teman saya ada yang meloncat, ini kata-kata Aditia. Polisinya menjawab: tidak mungkin, setinggi ini kok meloncat," imbuhnya.
Ketika 18 orang pelaku tawuran diamankan di Polsek Kuranji, tidak ada juga nama Afif Maulana. Lalu muncul video keterangan yang menghembuskan isu bahwa Afif Maulana dibawa ke polsek.
"Padahal 18 orang diamankan tidak ada satupun yang melihat Afif Maulana. Mereka, mereka itu siapa saya tidak menuduh. Mereka mem-viralkan bahwa Afif dibawa ke Polsek, dianiaya di Polsek, mayatnya dibuang," jelas Suharyono.
Soal Luka di Tubuh Afif Maulana
Suharyono juga berbicara bagaimana luka-luka yang dialami di tubuh Afif Maulana. Ia menjelaskan bahwa luka patah di tulang iga belakang nomor 1-3 menusuk paru-paru sepanjang 11 centimeter bagian kiri.
"Itu penyebab kematiannya. Karena apa? Meloncat dari ketinggian 15 meter. 12 ahli forensik kami kumpulkan, begitu posisi jatuhnya 15 meter seorang anak yang umur 13 tahun adalah punggungnya dan pinggangnya dulu," katanya.
Berita Terkait
-
Kisah Afif Maulana Mengiringi Peringatan Hari Anti Penyiksaan Sedunia di Padang
-
Kaleidosskop 2024: Kekerasan Polisi Berulang, Mulai dari Kematian Bocah Afif hingga Penembakan Gamma
-
Profil dan Rekam Jejak Brigjen Gatot Tri Suryanta: Kapolda Sumbar Baru, Teman Satu Angkatan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
-
Sahroni Peringatkan Kapolda Sumbar: Jangan Main-main, Lurus-lurus Saja Tangani Kasus Polisi Tembak Polisi!
-
AKP Dadang Penembak Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Terancam Hukuman Mati, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bea Cukai Sita 24 Botol Arak Bali Tanpa Pita Cukai di Aceh Besar
-
Remaja Putri Belum Haid Sampai Usia 14 Tahun, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
-
Haji Tanpa Kulit Terbakar, Sunscreen SPF 5080 Bantu Jemaah Atasi Paparan Sinar Matahari
-
Gantikan Orang Tua yang Wafat, Latifa Jadi Calon Haji Termuda dari Padang
-
Tak Perlu Khawatir! Stok Beras Aceh Aman hingga 2027