SuaraSumbar.id - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menyarankan Pemprov Sumbar meningkatkan atau menambah rute penerbangan internasional ke Ranah Minang. Hal ini dilakukan untuk memajukan sektor pariwisata.
"Pariwisata Sumbar ini potensial untuk dikembangkan, namun yang terpenting itu harus memerhatikan transportasi udara ke Sumbar," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, Kamis (25/7/2024).
Menurut Abdul Majid, jumlah penerbangan rute internasional yang masuk ke Ranah Minang belum signifikan jika dibandingkan potensi pariwisata yang dimiliki Sumbar terutama Kabupaten Kepulauan Mentawai
"Jadi, bagaimana arus transportasi terutama pesawat ke Sumatera Barat ini bisa lebih banyak. Sebab, jadwal penerbangan ke sini masih relatif terbatas," kata dia.
Di saat bersamaan Abdul Majid juga mendorong pemerintah daerah memikirkan upaya antisipasi bencana alam di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang selama ini menjadi tujuan destinasi wisata internasional.
"Sebab, kadang-kadang ada kekhawatiran terjadi bencana sehingga kita perlu punya rencana cadangan," ujarnya.
Rencana cadangan tersebut penting untuk tetap menjaga keberlangsungan wisatawan asing yang selama ini menjadikan Sumbar sebagai destinasi wisata internasional terutama Kabupaten Kepulauan Mentawai.
"Jadi, rencana cadangan ini untuk memberikan rasa kepercayaan kepada wisatawan bahwa Mentawai aman dari bencana," ujar dia.
Di satu sisi, ia memahami antisipasi dan mitigasi kebencanaan tersebut bukan pekerjaan mudah mengingat Ranah Minang termasuk kawasan rawan bencana.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar kunjungan wisatawan mancanegara ke Ranah Minang pada Mei 2024 melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebanyak 7.107 kunjungan.
Kemudian tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Sumbar pada Mei 2024 sebesar 48,42 persen. Dari jumlah itu rata-rata lama menginap tamu asing maupun Nusantara mencapai 1,28 hari. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
-
Garuda Indonesia Stop Jalankan Rute Penerbangan yang Bikin Rugi
-
Maskapai Ini Kurangi Rute Penerbangan hingga Pangkas Karyawan
-
Etihad Airways Mau Buka Rute Penerbangan Abu Dhabi-Medan Tahun Ini
-
Buka Rute Penerbangan Langsung ke Bali, Ini Harapan Etihad Airways
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Jangan Main-main! Travel yang Berangkatkan Jamaah dengan Visa Non Haji Akan Ditindak
-
Waspada! Obat Tetes Mata Mengandung Steroid Bisa Picu Katarak
-
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kurangi Plastik Sekali Pakai
-
79 Rumah di Adonara Rusak Akibat Gempa Magnitudo 4,7
-
Tegas! KPID Sumbar Perketat Pengawasan Konten LGBT