SuaraSumbar.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) menyebutkan bahwa konflik dan penangkapan dua ekor buaya di Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, adalah imbas dari terganggunya habitat satwa buas tersebut.
"Habitat buaya muara di Pasaman Barat sudah banyak yang beralih menjadi perumahan dan perkebunan," kata Kepala Seksi Wilayah I Pasaman BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, Rabu (24/7/2024).
Menurutnya, perubahan atau alih fungsi lahan menyebabkan populasi buaya muara semakin terganggu. Imbasnya, terjadilah kasus buaya menerkam warga yang sedang beraktivitas di sekitar aliran sungai atau muara.
Untuk meminimalisasi konflik satwa dengan manusia, BKSDA secara rutin menyosialisasikan agar masyarakat tidak melakukan alih fungsi lahan yang selama ini menjadi habitat buaya muara.
"Setiap ada penanggulangan konflik BKSDA selalu membuat imbauan berupa spanduk, plang dan sejenisnya agar masyarakat tidak mengganggu habitat buaya," ujar Antonius.
Sepanjang 2024, BKSDA Sumbar sudah memasang empat hingga lima papan informasi untuk mengantisipasi konflik satwa khususnya buaya muara dengan masyarakat yang tersebar di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat.
"Dalam periode yang sama, BKSDA Provinsi Sumbar juga telah menangani tujuh hingga delapan konflik buaya dengan masyarakat," ujarnya.
Terkait dengan populasi buaya muara, BKSDA Sumbar belum memiliki jumlah pasti sebab hal tersebut membutuhkan riset serta pemetaan yang akurat.
Namun, satwa dengan bernama Latin Crocodylus porosus tersebut tersebar hampir merata di daerah pesisir, yakni Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, hingga Kabupaten Pesisir Selatan.
Ia menambahkan dua ekor buaya muara yang ditangani di Pasaman Barat tersebut sementara waktu dipindahkan ke tempat transit di daerah Lubuk Basung, Kabupaten Agam, sebelum dilepasliarkan, petugas terlebih dahulu memeriksa kesehatannya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved, Pembiayaan Praktis Bagi Nasabah Terpilih