SuaraSumbar.id - Sebanyak lima individu bunga rafflesia jenis arnoldii mekar sempurna bersamaan di Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Pegiat Wisata Palupuh, Joni Hartono mengatakan, lima bunga rafflesia itu mekar sempurna di kawasan hutan Cagar Alam Batang Palupuh dua individu dan luar cagar alam tiga individu. Mekar bersamaan ini kali pertama terjadi di wilayah tersebut.
"Jarak dua lokasi tersebut tidak begitu jauh hanya sekitar ratusan meter," katanya, Sabtu (29/6/2024).
Ia mengatakan, bunga rafflesia di kawasan Cagar Alam Batang Palupuh mekar pada hari ke tiga dan empat.
Untuk tiga individu di luar Cagar Alam Batang Palupuh mekar pada hari pertama dan ke empat
"Hari ini merupakan mekar sempurna kedua untuk dua individu bunga rafflesia di luar Cagar Alam Batang Palupuh, karena kelopak baru terbuka pada Jumat (28/6)," katanya.
Ia mengakui ini merupakan yang pertama kali bunga dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sunber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu mekar secara bersamaan dengan lima individu.
Sebelumnya hanya mekar terbanyak secara bersamaan hanya tiga individu.
"Ini pertama bunga rafflesia mekar secara bersamaan dengan jumlah lima individu," katanya.
Ia telah mempromisikan bunga itu mekar dengan jumlah banyak ke pihak hotel, biro wisata, media sosial dan lainnya
Dengan cara itu, sudah ada kunjungan wisatawan dari Jerman dan Belanda ke lokasi tersebut.
"Sudah ada wisatawan mancanegara datang dan rencananya ada yang datang secara group dengan jumlah banyak," katanya.
Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Rusdiyan P Ritonga menambahkan Batang Palupuh merupakan lokasi tumbuhnya bunga rafflesia. Bunga itu ditemukan dibeberapa titik di kawasan Cagar Alam dan luar cagar alam
"Cagar Alam Batang Palupuh dengan area seluas 3,4 hektar, telah diresmikan sebagai cagar alam sejak era kolonial Belanda pada 1930. Tempat ini juga menjadi habitat bagi bunga Rhizanthes lowii," katanya.
Ia mengatakan sebaran bunga rafflesia di Kabupaten Agam dengan jumlah 17 titik di Kecamatan Palembayan, Tanjungraya, Palupuh, Baso, Kamangmagek, Tilatangkamang, Malalak, dan Matur. (antara)
Berita Terkait
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas
-
Proyek Ambisius Lintas Negara: BRIN Gandeng Oxford Telusuri DNA Rafflesia
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
JPMorgan Ungkap Alasan BBRI Kembali Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
-
BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung
-
Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial
-
Persoalan Macet Padang-Bukittinggi Ada pada Sistem, Bukan Pilihan Proyek
-
Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi SPMB Sumbar, Validasi Prestasi Dinilai Bermasalah