Scroll untuk membaca artikel
Bernadette Sariyem
Minggu, 16 Juni 2024 | 16:43 WIB
Ilustrasi penemuan mayat. [Suara.com}

SuaraSumbar.id - Tragedi menimpa seorang remaja laki-laki berinisial AF (13 tahun) yang ditemukan mengambang di Sungai Batang Kuranji, di dekat Jembatan samping Uje BP Cafe, Jalan Bypass KM 9, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (9/6/2024).

Saksi mata dan teman korban, Adit, mengungkap kronologi yang mengarah pada dugaan bahwa kejadian naas ini berawal dari aksi pengejaran oleh kepolisian.

Menurut cerita Adit dalam sebuah video di akun TikTok @riki.lesmana6, pada malam Sabtu (8/6/2024), dia dan AF termasuk dalam sekelompok remaja yang dikejar oleh petugas karena dugaan akan terlibat tawuran.

Adit mengklaim bahwa selama pengejaran, tidak ada peringatan dari polisi sebelum mereka ditendang dari motor yang dikendarai bersama, yang menyebabkan mereka terjatuh.

Baca Juga: Tidur Larut Demi Game, Remaja Padang Alami Gangguan Kesehatan Mental? Ini Kata Wali Kota

“Kami tidak disuruh berhenti, motor langsung ditendang saja," kata Adit, seperti yang dikutip Suara Sumbar, Minggu (16/6/2024).

Adit mengatakan bahwa setelah terjatuh, dia sempat berbicara dengan AF yang ingin melompat dari jembatan ke sungai Batang Kuranji.

Namun dia menolak ide tersebut dan memilih untuk mencari handphone-nya yang terjatuh. Adit ditangkap tidak lama setelah itu dan dibawa ke Mapolsek Kuranji.

Di Mapolsek, Adit mengklaim menerima perlakuan kasar termasuk disetrum dan ditendang.

“Tiba di Polsek, kami langsung disetrum. Juga ditendang dengan sepatunya. Kalau menangis, malah dipukul,” ujarnya.

Baca Juga: 1 Cewek dan 4 Cowok Digerebek Kumpul Kebo di Padang, 2 Masih Remaja

Adit juga menyatakan bahwa sejak kejadian itu, dia tidak melihat AF lagi hingga penemuan jasadnya keesokan harinya.

Load More