Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 10 Januari 2024 | 16:21 WIB
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Fajar Sukma. [Suara.com/Saptra S)

SuaraSumbar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) telah menyiapkan 33 titik pengungsian untuk warga setelah Gunung Marapi berstatus siaga dari sebelumnya waspada.

Titik-titik pengusian itu tersebar di 3 kabupaten dan kota yang kemungkinan terdampak saat Gunung Marapi erupsi. Di antaranya Kabupaten Tanah Datar, Agam dan Kota Padang Panjang.

Seperti diketahui, dengan naik level status Marapi menjadi siaga ini, masyarakat dilarang tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi atau kawah verbeek.

"BPBD kabupaten dan kota sudah melakukan upaya mitigasi, terutama untuk titik evakuasi pengusian. Sudah ada beberapa tempat," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Fajar Sukma, Rabu (10/1/2024).

Baca Juga: Masyarakat Sekitar Gunung Marapi Waspada Ancaman Lahar

Ia mengatakan, selain titik pengusian, BPBD setempat juga telah memetakan jalur evakuasi warga. BPBD berkoordinasi dengan Dishub, Koramil dan Polsek.

"Forkopimda tiga daerah juga sudah melakukan rapat koordinasi untuk antisipasi ke depannya. Yang terpenting ke depannya adalah memang hal yang tidak kita inginkan itu terjadi, dan itu terjadi pengungsian, tentunya menyiapkan kebutuhan dasar," imbuhnya.

"Kebutuhan dasar yang kami penuhi terutama makanan siap saji, kelengkapan kelurga, kebersihan keluarga, termasuk masker," sambung Fajar.

Dikatakannya, hembusan abu vulkanik akibat erupsi dapat mengarah kemana saja. BPBD telah menyiapkan masker untuk warga.

"Dalam waktu dekat juga kami siapkan siaga darurat gunung api. Ini akan kami koordinasikan ke BNPB untuk kebutuhan yang dibutuhkan tadi," kata dia.

Baca Juga: Tipe Erupsi Gunung Marapi di Sumbar Berubah, PVMBG Ingatkan Soal Bahayanya

Fajar mengungkapkan, terdapat tujuh kecamatan yang masuk zona radius 4,5 Km dari kawah Gunung Marapi.

Load More