"Fase pertama ini masih belajar. Pengembangannya tetap di lahan masing-masing anggota kelompok," katanya.
Saat ini, RPL yang dikomandoi Ira telah beranggotakan sebanyak 23 orang ibu-ibu. Mereka sama-sama bersemangat bertani organik yang hasilnya jelas mendatangkan rezeki tambahan. "Tidak mungkin kami tak bersemangat karena hasilnya jelas dan bisa membantu kebutuhan rumah tangga," tuturnya.
Semangat Tanam Kopi
Begitu pula cerita Dhory Novembra, anggota kelompok tani binaan Pabrik AQUA Solok. Dia fokus dengan tanaman kopi, tetapi pekarangan rumahnya juga dipenuhi tanaman tumpang sari. "Saya urus ladang kopi, istri di rumah aktif bertanam sayur organik. Dia anggota kelompok RPL juga," katanya.
Lelaki 32 tahun itu telah bergabung di kelompok binaan Pabrik AQUA Solok sejak 5 tahun silam, tepatnya pertengahan 2018. Ia kini memiliki sekitar 1,5 hektare lahan yang telah ditanami kopi. "Kopi di lahan pribadi saya belum panen, kalau anggota kelompok lain sudah ada yang produksi sejak beberapa tahun lalu," bebernya.
Memang, kata Ketua Kelompok Tani Kopi Kayu Aro itu, petani di Nagari Batangbarus, Kecamatan Gunung Talang, sudah ada yang bertanam kopi sejak lama. Namun, semangat menanam kopi itu kembali muncul setelah disentuh program CSR Pabrik AQUA Solok.
Kekinian, ada 21 orang petani di kawasan Nagari Batangbarus bertanam kopi dengan luas lahan penanaman sekitar 12 hektare. "Kami bertanam kopi di lahan masing-masing. Ada yang 1 hektare, ada yang kurang. Tapi, proses pengolahan hingga penjualannya kini sudah langsung difasilitasi AQUA," katanya.
Dhory mengatakan, ada dua jenis kopi yang ditanam, yakni robusta dan arabika. Setiap tahun, anggota kelompok tani dijatah 300 batang bibit per lahan tanam. Kemudian, mereka juga mendapatkan bantuan 20 karung pupuk organik.
"Makanya tanaman kopi semakin luas di Kayu Aro. Sudah ada 4 orang anggota kelompok yang telah memanen kopinya," kata ayah dua anak itu.
Menurut Dhory, mitra binaan yang menjalankan CSR AQUA Solok betul-betul membekali para petani dengan pengetahuan menanam kopi yang baik. Mereka juga mendampingi anggota kelompok tani sejak mulai proses tanam, perawatan hingga panen.
Selain itu, proses bertani organik juga berdampak baik bagi masyarakat petani di Kayu Aro. Selain menyuburkan tanaman, pupuk organik juga murah di kantong. "Kami terlatih bertani tanpa pakai pupuk kimia. Ini sangat bermanfaat, terutama untuk pertanian di pekarangan rumah," katanya.
Dhory menilai, Pabrik AQUA Solok betul-betul serius mencarikan jalan membangkitkan ekonomi petani. Hal itu ditandai dengan hadirnya Rumah Produksi Kopi Kayu Kayu Aro. Kehadiran pabrik tersebut tentu saja akan menambah nilai dan harga dari produksi kopi petani.
"Kami tak repot lagi menjual kopi hasil panen sesuai harga pasar. Kami kini juga punya sarana untuk mengolah ceri kopi merah menjadi green bean," bebernya.
Komitmen Jaga Lingkungan
Kontribusi Pabrik AQUA Solok menghasilkan air minum dalam kemasan (AMDK) telah berlangsung selama selama 10 tahun. Namun, komitmennya menyaluran kebaikan melalui dana CSR telah berjalan sekitar 13 tahun. Sesuai slogannya "Kebaikan berawal dari sini", AQUA terus memberikan dampak nyata terhadap lingkungan hingga masyarakat luas.
Berita Terkait
-
AC Ini Bisa Dinginkan Ruangan Kurang dari 4 Menit, Dayanya Cuma 680 Watt
-
Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya
-
5 Rekomendasi Sunscreen Skin Aqua Sesuai Jenis Kulit, Jangan Sampai Salah Pilih
-
3 Kulkas Aqua 1 Pintu Murah, Anti Bunga Es dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up