SuaraSumbar.id - Menteri Luar Negeri Jepang dan Malaysia bakal bekerja sama dalam menanggapi ancaman rudal dan nuklir dari Korea Utara.
"Peluncuran rudal balistik yang sering (oleh Korea Utara) telah menyebabkan ancaman besar dan segera terhadap keamanan Jepang dan wilayah (sekitarnya), dan ini menjadi tantangan yang jelas dan serius bagi masyarakat internasional," kata Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi, dikutip dari Antara, Senin (10/10/2022).
Menurut Hayashi, pernyataan itu disampaikan bersama setelah pertemuan dengan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah di Kuala Lumpur.
Dalam tindakan provokatif terbarunya, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik ke Laut Jepang pada Minggu pagi.
Sejak awal tahun ini, Korea Utara telah melakukan 25 kali uji coba rudal, termasuk uji coba rudal jelajah.
Pada Selasa (4/10/2022), Korea Utara meluncurkan rudal balistik ke Pasifik di luar kepulauan Jepang untuk pertama kalinya dalam lima tahun.
Langkah Korut itu menimbulkan kritik keras dari Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Langkah itu bertepatan dengan meningkatnya laporan bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan uji coba nuklir ketujuh, yakni yang pertama sejak September 2017.
Karena Jepang dan negara-negara lain yang khawatir dengan ketegasan maritim China di laut China Timur dan Selatan, Hayashi menyerukan dukungan untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Baca Juga: WNI di Jepang Sempat Dapat Peringatan Mengungsi Karena Rudal Korut Diluncurkan
Dia pun mengungkapkan penentangan yang kuat terhadap setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo di kawasan tersebut.
Menjelang peringatan 50 tahun dimulainya hubungan Jepang dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2023, Pemerintah Jepang berupaya meningkatkan hubungannya dengan anggota ASEAN, termasuk Malaysia.
Menlu Jepang dan Malaysia juga sepakat untuk mempromosikan hubungan antara masyarakat Jepang dan Malaysia.
Di tengah tanda-tanda penurunan jumlah kasus virus corona, Jepang pada Selasa (11/10) akan menghapus batas 50.000 kedatangan orang dari luar negeri per hari dan melanjutkan perjalanan bebas visa individu ke negara itu.
Tahun ini, Malaysia memperingati 40 tahun Kebijakan Melihat ke Timur (Look East Policy) yang berupaya untuk mencontoh Jepang dalam pembangunan ekonomi.
Malaysia dan Jepang tahun ini juga memperingati ulang tahun ke-65 pembentukan hubungan diplomatik.
Berita Terkait
-
Sukses Uji Coba Rudal Hwasong, Korut: Hanya Negara Kami Di Planet Bumi Yang Bisa Menjangkau AS
-
PBB Sebut Program Rudal Korea Utara Didanai Kripto Curian
-
Tembakan Rudal Korea Utara ke Arah Jepang, Sudah 6 Kali Tes Roket Tahun Ini
-
Lagi! Korea Utara Dituding Luncurkan Rudal Balistik
-
AS Sebut Rudal Korea Utara Makin Mengganggu Keamanan
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi