SuaraSumbar.id - Sudah jatuh, tertimpa tangga pula, petitih itu pas mengiaskan nasib Nur Saguwanto, satu dari ratusan korban tragedi Kanjuruhan.
Akibat kericuhan yang dipicu penembakan gas air mata aparat kepolisian di Stadion Kanjuruhan, Sabtu pekan lalu, kaki Nur Saguwanto patah.
Sementara wajah Nur Saguwanto melepuh. Kini, untuk pengobatannya, orang tua Nur kesulitan hingga berutang agar bisa merawatnya.
Seperti dilihat SuaraSumbar.id pada akun Instagram @birunyarina, Jumat (7/10/2022), Dewi Fitri ibu Nur mengakui lega karena anaknya masih selamat.
Dewi mengakui sempat waswas lantaran banyak penonton laga Arema Malang versus Persebaya Surabaya hari Sabtu 1 Oktober itu tewas.
Meski lega, Dewi mengakui anaknya harus menanggung sakit karena kakinya patah dan wajahnya melepuh.
Tak hanya itu, Dewi mengatakan Nur kini terkena sesak napas yang diduga efek gas air mata yang ditembakkan polisi.
Walau lukanya parah dan perlu perawatan, Nur Saguwanto dipersilakan pulang lantaran ruang perawatan penuh.
Perawatan di rumah sakit gratis. Tapi setelah dibolehkan pulang untuk rawat jalan, Dewi mengakui tidak mempunyai biaya.
"Kalau di RS kan gratis. Sekarang cari utangan. Untuk hari ini saja sudah habis Rp 750 ribu," kata Dewi.
Mahfud, ayah Nur Saguwanto, hanya berprofesi sebagai buruh tani sehingga tak bisa mencukupi kebutuhan perawatan.
"Mata anak saya masih bengkak dan memerah. Belum dapat bantuan. Ya kami rawat semampunya di rumah," kata Mahfud.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Polisi Hapus Video yang Disebut Bukti Tragedi Kanjuruhan Malang dari Suporter Aremania Tidak Profesional
-
Bantah Investigasi Washington Post, Polri Sebut Tak Ada 40 Tembakan Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan
-
Pengamat: Tragedi Kanjuruhan Adalah "Pembunuhan", Mana Tanggung Jawab PSSI?
-
Polisi Bantah Ada 40 Tembakan Gas Air Mata Saat Peristiwa di Stadion Kanjuruhan
-
Periksa Tiga Saksi, Polri Bongkar Alasan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Belum Ditahan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Bandara Minangkabau Padat, 47 Penerbangan Hilir Mudik dalam Sehari, Rute Jakarta Mendominasi
-
Buntut Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Minta Maaf
-
Sering Terendam Banjir, Pemkab Padang Pariaman Putuskan Relokasi Puskesmas Sintuk
-
5 Ton Ikan Mati Massal di Danau Maninjau, Petani KJA Rugi Rp125 Juta
-
BMKG Pasang Alat Canggih di Padang-Pariaman, Pelayaran Makin Aman