Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Minggu, 11 September 2022 | 13:52 WIB
Rumah kontrakan tempat sopir angkot yang diduga korban pembunuhan di Obay Ladang Laweh, Banuhampu, Kabupaten Agam. [Dok.Covesia.com]

Manikandan langsung dilarikan ke rumah sakit pemerintah Karaikal. Di sana, para dokter berusaha menyelamatkan nyawanya, tetapi siswa tersebut meninggal saat menerima perawatan pada 4 September.

Sementara itu, pihak sekolah memberi tahu orang tua bahwa Manikandan telah menerima minuman yang dikirim oleh orang tua.

Di lain sisi, orang tua mengklaim bahwa mereka tidak mengirimkan siapa pun agar mengantarkan minuman dingin bagi putra mereka di sekolah.

Ketika orang tua korban bertanya kepada penjaga sekolah untuk informasi lebih lanjut, dia menjawab bahwa seseorang yang mengaku sebagai kerabat Bala Manikandan memintanya untuk memberikan minuman kepada siswa tersebut.

Baca Juga: Air Waduk Mengering, Muncul Masjid Berusia Lebih Dari 100 Tahun

Setelah meninjau rekaman CCTV dari area sekitar sekolah, polisi mendaftarkan sebuah kasus dan menangkap tersangka, yang diidentifikasi sebagai Sahayarani Victoria.

Selama penyelidikan, terdakwa mengakui kejahatan tersebut. Dia mengaku memutuskan meracuni remaja itu karena dia tidak tahan dengan kenyataan bahwa Manikandan terus-menerus mengungguli putrinya secara akademis.

Sementara itu, wanita tersebut telah dipenjara dan polisi juga berusaha untuk menentukan apakah wanita yang dituduh melakukan kejahatan itu sendiri atau bersama orang lain.

Anak laki-laki yang meninggal adalah putra Rajendran dan Malathi yang tinggal di koloni Nehru di Karaikal.

Kontributor : Rizky Islam

Baca Juga: Sakit Perut Parah, Perempuan Ini Syok Saat Mengetahui Ginjalnya Telah Dijual Suami 4 Tahun Lalu

Load More