SuaraSumbar.id - Ribuan guru honorer di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang tergabung dalam Forum Guru Lolos Pasing Grade (FGLPG) mengadu ke DPRD Kota Padang, Senin (1/8/2022).
Mereka menyampaikan bahwa sampai saat ini belum jelas kepastian mereka diangkat menjadi guru Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK). Hal itu lantaran tidak adanya formasi di daerah tersebut.
Juru bicara PGLPG Admiral Wiradhika saat rapat dengar pendapat dengan DPRD Kota di Padang mengatakan, sebanyak 1.228 tenaga honorer di Kota Padang telah menjalani tes dan dinyatakan lolos dari ambang batas yang ditetapkan.
Sesuai arahan pusat, tenaga honorer yang lolos ini diprioritaskan untuk jadi tenaga PPPK. "Persoalan adalah Pemkot Padang tidak mengambil formasi untuk tenaga P3K tahun ini. Padahal ada alokasi sekitar dua ribu lebih formasi," katanya.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian PAN RB mengalokasikan formasi tenaga P3K untuk Kota Padang ini sebanyak dua ribu formasi namun tidak diambil oleh Pemkot Padang sehingga formasi yang ada saat ini hanya 49 formasi saja yang merupakan sisa formasi dari tahun lalu.
"Itu yang kita sayangkan dan menuntut pemkot untuk menyediakan formasi tersebut karena 1.228 tenaga honorer ini sudah memenuhi ketentuan pusat untuk menjadi tenaga P3K bahkan anggaran dari pusat juga telah tersedia," kata dia.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Zulhardi Z Latif mempertanyakan kenapa hal ini terjadi, apa karena keteledoran atau karena persoalan apa.
"Ini harus jelas dan formasi yang ada itu harus didapatkan kembali. Apalagi di 2023 nanti seluruh tenaga honorer dihapuskan dan ini membuat mereka gundah," kata dia
Menurut dia guru honorer ini merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja keras mencerdaskan anak bangsa namun pendapatan mereka masih di bawah standar.
"Pegawai P3K ini harapan mereka dan mereka juga telah lolos dan harus diprioritaskan menjadi tenaga P3k. Kita minta Pemkot telusuri hal ini dan pastikan mereka dapat dilantik menjadi pegawai P3K," kata dia.
Sementara itu Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Padang Arfian menyangkal pemerintah kota lalai dalam hal ini karena pihaknya memang belum mendapatkan informasi dari pusat.
"Waktu akan mengusulkan formasi belum ada informasi tersebut kepada kami bahkan anggaran yang akan dialokasikan pusat untuk gaji tenaga P3K ini juga belum ada," kata dia.
Ia berjanji akan bekerja keras agar seluruhnya dapat menjadi pegawai P3K nantinya.
"Kita akan koordinasi dengan KemenPAN RB, Kementerian keuangan dan lainnya untuk hal ini," kata dia
DPRD Padang menerima perwakilan Forum Guru Lulus Pasing Grade yang diwakili Komisi I dan Komisi IV DPRD Padang serta BKPSDM Padang, Dinas Pendidikan dan lainnya di Gedung DPRD Padang. (Antara)
Berita Terkait
-
Sudah 8 Bulan Guru PPPK di Kabupaten Bone Kerja Tanpa Gaji
-
Polresta Padang Proses Hukum Tiga Pelaku Tawuran
-
5 Remaja di Padang Diduga Hendak Tawuran Ditangkap, 7 Motor dan 3 Senjata Tajam Disita
-
Seorang Kakek Ditemukan Tewas di Kebun Karet Dharmasraya
-
Cegah Pengangguran Massal, 22.886 Tenaga Honorer di Babel Diberi Kesempatan Tes PPPK
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap