SuaraSumbar.id - Pemain yang direkrut Semen Padang Football Club (SPFC) di musim kompetisi Liga 2 2022 dipastikan sesuai dengan permintaan jajaran pelatih.
Hal itu dinyatakan Direktur PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Win Bernadino, Kamis (26/5/2022).
"Kita datangkan pemain sesuai rekomendasi jajaran pelatih dan tentu yang ingin berjuang bersama tim, bekerja sama dan mengerahkan kemampuannya untuk mencapai target lolos ke Liga 1 di musim depan," katanya.
Ia mengatakan, Semen Padang FC terbuka dengan siapa pun yang ingin membantu tim "Kabau Sirah" untuk mendapatkan pemain untuk menghadapi kompetisi baik itu tokoh masyarakat, anak nagari, tokoh sepak bola namun semua itu muaranya kepada pelatih.
"Kita pastikan pemain yang direkrut sesuai dengan permintaan pelatih dan memang dibutuhkan dalam tim berjuang di Liga 2 2022," katanya.
Sementara itu, pelatih kepala Semen Padang Delfi Adri mengatakan, pihaknya telah memaparkan kepada manajemen bahwa untuk bersaing pada Liga 2 tim ini butuh pemain level Liga 2 dan pemain Liga 1.
Saat ini, jajaran pelatih telah melakukan dua kali seleksi mulai dari seleksi terbuka bagi seluruh pemain yang ada di Sumbar maupun di luar. Kemudian seleksi juga dilakukan terhadap sejumlah pemain yang berlaga di Liga 3 Sumatera Barat.
"Hingga saat ini kita terus lakukan seleksi terhadap pemain yang ada," bebernya.
Ia juga membutuhkan pemain berpengalaman di sejumlah posisi mulai dari penjaga gawang, pemain belakang, gelandang dan penyerang.
Baca Juga: Delfi Adri Resmi Jabat Pelatih Kepala Semen Padang FC, Hengki Ardiles Asisten Pelatih
"Kita ada pemain muda yang dikontrak jangka panjang mulai dari Genta Alparedo, Wiranto, Muhammad Sanjaya dan pemain senior yang bertahan seperti Rudi dan Rosad Setiawan," kata dia.
Ia mengatakan Semen Padang FC butuh setidaknya enam pemain berpengalaman lainnya untuk mengarungi kompetisi untuk mencapai target naik ke Liga 1 musim depan.
"Selain kualitas, kita juga butuh pemain yang punya etika bagus dan pemain yang tidak jadi benalu di dalam tim," katanya.
Sebelumnya, Manajemen PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) menunjuk Delfi Adri menjadi pelatih kepala tim Semen Padang FC dalam menghadapi kompetisi Liga 2 2022.
CEO SPFC, Win Bernadino mengatakan, penunjukan Delfi Adri adalah keputusan dari manajemen dan Komisaris PT KSSP, sementara untuk staf pelatih lainnya merupakan permintaan dari Delfi sendiri.
Delfi Adri akan didampingi dua orang asisten pelatih yaitu Hengki Ardiles dan Robby Mariandi. Sementara untuk pelatih kiper SPFC masih tetap dipegang oleh Zulkarnaen Zakaria dan pelatih fisik SPFC, dipercayakan kepada Asep Suryadi.
Berita Terkait
-
Semen Padang FC Ditumbangkan Babel United, Pelatih: Kita Sudah Berjuang
-
Dikalahkan PSMS Medan, Semen Padang FC Gagal Masuk 8 Besar Liga 2 2021
-
Bonus Besar Menanti Semen Padang Jika Lolos 8 Besar Liga 2
-
Main di Kandang, PSPS Riau Imbangi Semen Padang FC 1-1
-
Manajemen Semen Padang FC Bebaskan Pelatih Pilih Pemain untuk Putaran Kedua Liga 2 2021
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM