SuaraSumbar.id - Seorang bocah bernama Rayan di Maroko, terjebak dalam sumur sedalam 32 meter. Butuh waktu 4 hari lamanya mengevakuasi korban yang akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Berbagai kendala ditemukan tim penyelamatan dalam mengevakuasi Rayan. Informasi yang dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Minggu (6/2/2022), Rayan terjatuh ke dalam sumur sempit milik sang ayah saat tengah bermain di luar rumah. Ia terjebak di kedalaman 32 meter.
Orang tuanya menemukan Rayan saat mendengar suaranya dan melihatnya dengan bantuan senter. Mulanya, Rayan berusaha diselamatkan dengan tali, namun upaya ini gagal. Alhasil, keluarga meminta bantuan emergency.
Tak hanya itu, usaha untuk menyelematkan Rayan dengan masuk ke dalam sumur juga gagal karena lebar sumur yang semakin sempit ke bawah.
Sehari setelah itu, pihak berwenang akhirnya mendatangkan bulldozer untuk menggali lubang secara paralel dari sumur tempat Rayan terjebak. Mereka berniat membuat lubang yang secara horizontal terhubung dengan titik di mana Rayan terperangkap.
Sayangnya, kondisi tanah di wilayah tersebut membuat tim penolong kesulitan. Mereka harus bekerja secara perlahan lantaran khawatir jika batu atau serpihan tanah dapat terjatuh dan membahayakan tim penyelamat, ataupun mengancam nyawa Rayan sendiri.
Akhirnya, sebuah tim komite dibuat untuk mengawasi operasi ini. Mereka terdiri dari ahli topografi, otoritas lokal, profesional medis, hingga personel perlindungan sipil.
Insiden ini pun mulai viral di jagat maya, khususnya Twitter. Tagar #SaveRayan menjadi trending, lengkap dengan berbagai foto dan video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan sang bocah.
Pihak otoritas memberikan oksigen, makanan, serta minuman untuk Rayan.
Baca Juga: Warga Dibuat Geger, Petani di Sumut Tewas Tergantung di Sumur Tua
Usaha penggalian sedalam 32 meter terus dilakukan dengan bantuan alat berat. Pada tahap ini, tim medis, ambulans, dan helikopter dipersiapkan untuk berjaga-jaga guna memberikan Rayan penanganan medis.
Rumah sakit lokal juga diberi tahu untuk bersiap menerima kedatangan Rayan begitu sudah berhasil diselamatkan.
Hingga sore, tim penyelamat telah berhasil menggali lubang sedalam 22 meter. Operasi penggalian sendiri beberapa kali harus terhenti saat malam, mengingat lungsuran tanah berpotensi membahayakan kru dan Rayan.
Pada hari keempat, tim berhasil menggali lubang sedalam 32 meter. Mereka pun bersiap untuk menggali lubang secara horizontal untuk terubungan dengan Rayan. Insiden ini semakin dilirik oleh banyak pihak.
Pengusaha Arab Saudi, Houssain Mohammed Hijaz, menjanjikan orang tua Rayan umrah gratis, beserta tiket pesawat dan penginapan selama di Mekah. Begitu pula halnya dengan perusahaan Stockholm Precision Tools yang mengaku siap menyediakan berbagai fasilitas terkait upaya penyelamatan Rayan.
Sabtu, 5 Februari 2022, tim penyelamat hanya berjarak beberapa inci lagi dari titik Rayan terjatuh. Menurut pihak setempat, tahapan akhir dari misi penyelamatan ini merupakan tahap yang paling berbahaya dengan resiko tanah ambles.
Berita Terkait
-
Terancam Terusir dari Pondok, Santri Pesantren Tahfiz Quran Alam Maroko Kebingungan
-
Indonesia Power Minta Fatwa ke MUI, Pondok Pesantren Alam Maroko Buka Suara
-
Kritik Sumur Resapan di Jakarta, Ketua DPRD DKI Sarankan untuk Ternak Lele Saja
-
Dianggap Tidak Efektif, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi Sarankan Sumur Resapan Diubah Jadi Kolam Lele
-
Jadi Pahlawan Maroko, Mbappe Puji Hakimi: Bek Kanan Terbaik di Dunia!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia