SuaraSumbar.id - Abu kremasi jenazah mendiang Laura Anna selesai dilarung di laut Ancol pada Jumat (17/12/2021). Abu Laura yang dilarung di laut itu merupakan hasil sisa kremasi seperti campuran peti, baju, kulit serta daging Laura.
Sementara itu, abu tulang Laura Anna dibawa pulang keluarga sesuai rencana. “Karena pas dibawa tiba-tiba dia enggak ada, terus papahnya bilang biar dia pulang dulu ke rumah. Karena kan enggak pulang kan dia tuh (dari rumah sakit) langsung dibawa tiba-tiba udah enggak ada, papahnya mau pulangin dulu ke rumah,” kata ibu Laura Anna, Amelia Edelenyi di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Sabtu (18/12/2021).
Amelia kemudian menjelaskan perbedaan proses kremasi jenazah di negara suaminya, Hungaria dan Indonesia.
“Biasanya di Hungaria enggak masalah disimpan abunya setahun kek, dua tahun kek nanti ada pemakaman lagi baru. Dia biasa seperti itu ya, dikremasi dulu baru dikubur sama guci-gucinya, tapi kalau di sini kan kita taruh di tempat abu.”
Baca Juga: Viral Telinga Kucing Dipotong Kejari Tangerang Tetapkan Tiga Tersangka Gaga Muhammad
Saat ini, keluarga sudah membawa pulang abu tulang Laura Anna. Setelah 40 hari, abu itu akan dibawa ke peristirahatan terakhir, yakni rumah abu.
“Abu tulang ditaruh di rumah 40 hari. Nanti kita taruh di rumah abu dekat-dekat rumah. Biar tiap hari, tiap minggu, tiap bulan kalau kita kangen kita ke sana. Sisa dari abunya kita tebar di laut,” tuturnya.
“Ada (7 harian) karena Laura Kristen, tante Muslim jadi mungkin 7 hariannya secara Muslim di rumah,” ucap Amel.
Laura Anna sebelumnya pernah memberi pesan jika kelak meninggal dunia, ia ingin jenazahnya dikremasi. Hal itu disampaikan langsung oleh sang kakak, Greta Irene.
“Kalau yang dikremasi itu, itu jujur itu dia dulu pernah pesan juga, dulu-dulu kita suka bercanda kan. Kalau ini entar mau gimana, bercanda doang sebenarnya, ya maunya dikremasi,” ungkap Greta Irene.
Kata Greta Irene, keluarganya ingin menemani Laura Anna lebih dulu selama 40 hari ini. Pasalnya sejak dulu, Laura takut akan kesendirian. Sehingga, pihak keluarga memutuskan untuk membawa dulu abu tulang Laura ke rumah.
“Mamah juga setidaknya untuk beberapa hari ini mau dibawa pulang dulu karena kan Laura memang dari dulu takut sendirian, enggak ada yang temenin. Dia mau ditemani dulu setidaknya beberapa hari ini,” pungkas Greta Irene, kakak Laura Anna.
Baca Juga: Meski Laura Anna Sudah Meninggal, Keluarga Terus Kawal Sidang Gaga Muhammad
Berita Terkait
-
Kenapa Ada Upacara Pedang Pora sebelum Proses Kremasi Jenazah Alvin Lim? Ternyata Ini Makna di Baliknya
-
Punya Kesamaan Amarah, Fuji dan Kakak Laura Anna Dapat Perlakuan Beda dari Publik
-
Membahas Hubungan Toxic dalam Film Laura: Melawan Luka Fisik dan Batin
-
Ulasan Film Laura, Kisah Nyata Selebgram Tuntut Keadilan hingga Akhir Usia
-
Momen Nyesek, Steffi Zamora Nangis di Gala Premier Film Laura Anna
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Best Social Loan di The Asset Triple A Awards 2025
-
2 Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Alternatif Bukittinggi-Payakumbuh saat Lebaran
-
Harunya Lebaran 2025 di Balik Jeruji: Narapidana Lapas Padang Melepas Rindu dengan Keluarga
-
Lebaran Aman dengan BRI: Hindari Penipuan dan Kejahatan Siber
-
BRI Berkontribusi dalam Konservasi Laut Gili Matra Melalui Program Menanam Grow & Green