SuaraSumbar.id - Ratusan ton ikan di Karamba Jaring Apung (KJA) di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilaporkan mati.
"Ikan mati terjadi sejak Sabtu (11/12/2021) sore hingga pagi tadi," kata Wali Nagari Koto Kaciak, Syawaldi melansir klikpositif.com--jaringan suara.com, Minggu (12/12/2021).
Namun demikian, Syawaldi mengaku belum mengetahui jumlah pasti ikan yang mati tersebut.
"Perkiraan kita mencapai 400 ton. Kerugian sampai miliaran karena harga ikan 20 ribu perkilogram," katanya.
Syawaldi menjelaskan, ikan mati diprediksi disebabkan karena cuaca mendung.
"Tidak ada hujan dan angin. Tapi cuaca mendung dan ikan kurang mendapat sinar matahari. Ini baru dugaan," tegasnya.
Dirinya mengimbau pemilik KJA untuk mengangkat bangkai ikan dari danau dan menguburkannya di darat untuk mengurangi pencemaran.
"Sekarang bangkai masih mengapung di danau. Kita tidak bisa memaksa karena petani masih berduka dan mengalami kerugian," jelasnya.
Syawaldi mengatakan, kematian massal ikan dalam jumlah besar terakhir terjadi tahun lalu.
Selain di Koto Kaciak, kematian massal ikan juga terjadi di kawasan Alai, Nagari Koto Malintang.
Baca Juga: 9 Jenis Gangguan Mental, Kenali Cirinya Selain Depresi dan Cemas!!
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz