Suhardiman
Minggu, 12 Desember 2021 | 13:53 WIB
Ratusan Ton Ikan Mati di Agam. [klikpositif.com]

SuaraSumbar.id - Ratusan ton ikan di Karamba Jaring Apung (KJA) di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilaporkan mati.

"Ikan mati terjadi sejak Sabtu (11/12/2021) sore hingga pagi tadi," kata Wali Nagari Koto Kaciak, Syawaldi melansir klikpositif.com--jaringan suara.com, Minggu (12/12/2021).

Namun demikian, Syawaldi mengaku belum mengetahui jumlah pasti ikan yang mati tersebut.

"Perkiraan kita mencapai 400 ton. Kerugian sampai miliaran karena harga ikan 20 ribu perkilogram," katanya.

Syawaldi menjelaskan, ikan mati diprediksi disebabkan karena cuaca mendung.

"Tidak ada hujan dan angin. Tapi cuaca mendung dan ikan kurang mendapat sinar matahari. Ini baru dugaan," tegasnya.

Dirinya mengimbau pemilik KJA untuk mengangkat bangkai ikan dari danau dan menguburkannya di darat untuk mengurangi pencemaran.

"Sekarang bangkai masih mengapung di danau. Kita tidak bisa memaksa karena petani masih berduka dan mengalami kerugian," jelasnya.

Syawaldi mengatakan, kematian massal ikan dalam jumlah besar terakhir terjadi tahun lalu.

Selain di Koto Kaciak, kematian massal ikan juga terjadi di kawasan Alai, Nagari Koto Malintang.

Baca Juga: 9 Jenis Gangguan Mental, Kenali Cirinya Selain Depresi dan Cemas!!

Load More