SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan capaian vaksinasi di daerah itu bisa mencapai 70 persen dari sasaran 4,4 juta jiwa pada akhir tahun 2021 dengan sejumlah upaya yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Saat ini capaian vaksinasi kita 32,4 persen, masih di bawah capaian nasional dengan peringkat 31 dari 34 provinsi. Peringkat itu sudah naik dari awalnya posisi 33. Kita akan upayakan akhir tahun ini bisa naik menjadi 70 persen," kata Sekretaris Daerah Sumbar, Hansastri di Padang, Rabu (27/10/2021).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan capaian vaksinasi itu adalah dengan menggelar gerakan Sumdarsin atau Sumbar Sadar Vaksin pada Sabtu (30/10) dengan target 100 ribu sasaran.
Gerakan tersebut memanfaatkan momentum antusiasme masyarakat Sumbar yang saat ini cukup tinggi. Laju vaksinasi di Sumbar saat ini rata-rata 8-10 ribu per hari. Pada 26-27 Oktober 2021 bahkan mencapai 34 ribu per hari.
"Kebetulan pula dalam waktu dekat akan ada peringatan beberapa hari besar diantaranya Sumpah Pemuda, Hari Bela Negara, Hari Pahlawan, Hari Kesehatan Nasional sehingga diharapkan semangat masyarakat untuk divaksin semakin tinggi," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi menambahkan gerakan tersebut didukung penuh oleh Polda Sumbar, unsur TNI dan unsur lainnya.
"Polri bersedia membantu menyediakan tenda, hiburan dan doorprize untuk memotivasi masyarakat. Sementara Pemerintah Daerah bertugas untuk memobilisasi massa supaya ikut vaksinasi," ujarnya.
Ia menyebut Pemprov Sumbar mengumpulkan siswa SMA dan SMK di sekolah masing-masing pada hari H. Vaksinasi itu sekaligus sebagai persiapan untuk pembelajaran tatap muka.
Sementara Kabupaten dan Kota hingga Nagari dan jorong diminta mengerahkan massa ke titik vaksinasi
Baca Juga: Cakupan Vaksinasi Dosis 1 di Kulon Progo Sudah Hampir 100 Persen
Ia berharap seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi demi suksesnya gerakan Sumbar Sadar Vaksin.
"Kalau berhasil, kita akan lakukan secara berkelanjutan," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Jangan Main-main! Travel yang Berangkatkan Jamaah dengan Visa Non Haji Akan Ditindak
-
Waspada! Obat Tetes Mata Mengandung Steroid Bisa Picu Katarak
-
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kurangi Plastik Sekali Pakai
-
79 Rumah di Adonara Rusak Akibat Gempa Magnitudo 4,7
-
Tegas! KPID Sumbar Perketat Pengawasan Konten LGBT